BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia
Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja

Penggusuran atau relokasi warga terjadi hampir di semua pembangunan fisik infrastruktur. hal ini sudah menjadi konsekuensi dari pembangunan infrastruktur, tinggal bagaimana mengantisipasi potensi kerugian yang akan menimpa masyarakat yang terkena relokasi.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya fisiknya saja yang diperhatikan tetapi juga harus dihitung dampak ekonomi. Ini merupakan pekerjaan lintas kementerian. Tidak hanya Kementerian PUPR yang membangun infrastruktur tetapi juga kementerian lain yang terkait untuk membahas dampak pembangun infrastruktur. Desain pembangunan infrastruktur harus seperti itu.

Pemerintah jangan hanya mengejar target pembangunan fisiknya saja tetapi desainnya juga harus lebih baik sehingga dapat  meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat. Pembangunan infrastruktur mau tidak mau menggusur warga sekitar karena pembangunan tersebut terjadi di lahan yang sudah dihuni orang.

Pembangunan infrastruktur perlu dipilah-pilah. Infrastruktur padat karya atau bendungan untuk  pertanian, memang diperuntukkan bagi petani. Namun ada juga infrastruktur yang melibatkan investor besar seperti pembangunan jalan tol. Swasta terlibat di dalamnya untuk membiayai pembangunan, bukan pemerintah. Namun pengenaan tarif tolnya diatur.

Dampak pembangunan infrastruktur dapat diminimalisasi dengan membuat perencanaan yang lebih baik. Untuk jalan tol, dampak yang timbul adalah perpindahan kendaraan dari jalan biasa ke jalan tol. Dampaknya terhadap masyarakat di jalan biasa harus dipikirkan, yang semula menikmati keuntungan dari kendaraan yang lewat.

  Pembangunan tempat istirahat di jalan tol harus dihubungkan dengan aktivitas ekonomi setempat, sehingga kelak yang berjualan di tempat itu adalah penduduk setempat, sekaligus mempromosikan dan menjual produk-produk unggulan daerah sekitar.

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan jalan tol berdampak kepada ekonomi masyarakat kecil juga, sekaligus meminimalisasi  dampak negatifnya. Setiap pembangunan pasti ada dampaknya, ada benefit and cost-nya, namun dapat dimaksimalkan benefitnya.

Perdebatan dalam pembangunan infrastruktur adalah manfaatnya baru dirasakan dalam jangka menengah panjang tetapi harus dapat dirasakan juga dalam jangka pendek, tidak harus menunggu selesai semuanya.

Pemerintah kurang membuat perencanaan yang matang pada periode pertama Presiden Joko Widodo, karena lebih memburu target pembangunan fisik sehingga antisipasi terhadap dampak buruknya belum banyak dilakukan.

Berkaca pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah harus memperbaiki  perencanaan pembangunan jalan tol secara matang. (msw)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir