BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jakpus Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Jangan Gunakan Ajaran Agama Demi Merebut Kekuasaan

Kedewasaan demokrasi dan politik di Indonesia sekali lagi kembali di uji. Pasca Pemilihan Gubenur DKI yang penuh dengan intrik-intrik politik identitas agama yang selalu didengungkan oleh elite-elite politik yang hanya melihat dari segi merebut kekuasaan, bukan berfikir  politik yang berbudaya. Kali ini, kita kembali diuji oleh fatwa fardhu ‘ain yang mewajibkan masyarakat Jawa Timur untuk memilih pasangan Khofifah-Emil pada Pilkada Jatim.

Kalau kita ingin mengambil sari dari ajaran agama Islam, jika kita melakukan politik dengan membawa agama yang sengaja untuk dilencengkan dari ajaran agama Islam yang sesungguhnya, maka kehancuran dari pemimpin itu dengan sendirinya ada di depan mata. Jangan sekali-sekali melenceng dari ajaran agama yang sesungguhnya hanya untuk merebut kekuasaan. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan             Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi