BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)
Jangan Dilupakan: Pengendalian Efektif terhadap Inflasi

Selain kebijakan sisi hulu, yaitu bunga Acuan BI dan pertumbuhan ekonomi (sektor riil). Aspek moneter lain yang harus didiskusikan adalah sektor hilir, yaitu "Potensi Kenaikan Inflasi Jelang Puasa dan Lebaran"

Inflasi yg cendrung rendah saat ini sering diklaim oleh Pemerintah dan BI sebagai bentuk keberhasilan kebijakan pengendalian harga. Padahal, Inflasi rendah hanya dapat (diklaim) merepresentasikan keberhasilan pengendalian harga jika beriringan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat. Masalahnya, inflasi yang relatif rendah saat ini tidak diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang akseleratif, sehingga rendahnya inflasi lebih mencerminkan kelesuan daya beli masyarakat.

Harga kebutuhan pokok selama ini cenderung meningkat menjelang puasa dan lebaran. Sementara, Kebijakan kendali harga sejauh ini hanya dilakukan dengan cara tradisional (melalui operasi pasar) dan regulasi-regulasi (Harga Eceran Tertinggi, dan lain lain) yang susah diimplementasikan secara optimal.

Terdapat setidaknya 3 komoditas kontributor Inflasi yang menjadi langganan di bulan Puasa dan Lebaran, sehingga perlu diwaspadai: Bahan Makanan; Makanan dan Minuman Jadi; dan Transportasi.

Bahan makanan dan makanan jadi (beras, daging, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bumbu dapur) menjadi pemicu inflasi pangan pada 2018 lalu. Tanpa perubahan kebijakan yang mendasar, komoditas-komaditas ini akan "menyapa" inflasi lagi di tahun ini. Alarmnya sudah dimulai dari harga Bawang putih (bumbu-bumbuan) dan daging ayam ras.

Satu hal yang sering Pemerintah menyadari tapi lamban bereaksi adalah fenomena bahwa Aspek Geografi dalam pengendalian inflasi penting untuk dicermati. Hal ini karena 80 persen lebih persoalan pengendalian harga (inflasi) ada di luar Jakarta. Meskipun ada TPID (Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah), tanpa upaya serius menangani inflasi di daerah, maka setiap jelang lebaran harga pangan akan selalu mengalami lonjakan.

Agar syarat harga stabil jelang puasa dan lebaran: Perlunya Keterjangkauan Harga; Ketersediaan Pasokan; Kelancaran Distribusi; dan Komunikasi Ekspektasi.

Terakhir, bagaimana solusi mengantisipasi lonjakan harga jelang puasa dan lebaran: Berikut "Tujuh Rekomendasi Atasi Potensi Lonjakan Inflasi". Pertama, Dalam jangka pendek, penanganan lonjakan harga perlu lebih fokus di titik-titik daerah yang selama ini menjadi kontributor inflasi.

Kedua, Tingginya ketergantungan terhadap Jawa dalam pasokan bahan makanan jadi dan produk manufaktur, mempunyai dampak terhadap rentannya kenaikan inflasi yang tinggi. Sehingga diperlukan perbaikan perdagangan antar daerah dan antar pulau.

Ketiga, Pentingnya pasar penyeimbang untuk menjaga ekspektasi positif masyarakat dan menjaga kemungkinan permainan harga oleh pedagang.

Keempat, Sinergi TPID dengan retailer dan sentra produsen untuk upaya pengendalian harga dan memotong rantai distribusi pangan.

Kelima, Sinergi kebijakan atasi inflasi musiman (lebaran) dengan komunikasi intensif dengan pelaku usaha dan menjaga ekspektasi masyarakat.

Keenam, Memperkuat peran Sistem Informasi Harga Komoditi di seluruh provinsi di Indonesia dan setiap daerah harus memperkuat komoditas unggulannya yang diawasi oleh TPID.

Ketujuh, Kebijakan pangan harus diimbangi dengan kebijakan lainnya (seperti penguatan daya beli masyarakat dan distribusi yang bagus) untuk menjamin setiap warga negara dapat mengakses pangan. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional