BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Isu Agama Bisa Menumbangkan Rezim

Gagalnya Mahfud MD lebih pada ketidaksetujuan Muhaimin Iskandar. Karena jika Mahfud yang jadi cawapres lalu menang, maka posisi Muhaimin bisa terancam dari Ketua Umum PKB. Kita tahu Mahfud adalah loyalis Gus Dur. Sedangkan Muhaimin penentang Gus Dur.

Menggeser Mahfud di detik akhir juga bisa jadi merupakan strategi Jokowi, untuk mengecoh lawan. Walaupun keputusan Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin sebagai cawapres memang melukai Mahfud MD.

Terkait dengan fatwa MUI (penyataan Ahok soal Al Maidah 51) yang dijadikan legitimasi Aksi 212, saya pikir Ma’ruf Amin meneken fatwa MUI bukan sebagai pribadi. Tapi sebagai Ketua MUI. Artinya, fatwa tersebut keluar secara kelembagaan. Karena beliau merupakan Ketua MUI, otamatis harus menandatangani surat-surat. Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa Ma’ruf Amin turut membesarkan Aksi 212--yang belakangan justru berbau gerakan politik identitas berlandaskan agama.

Era Pilkada sudah selesai. Mari kita menyongsong era Pilpres yang harus mengedepankan politik yang santun, damai, dan menyejukan dengan ditunjang visi, misi, dan program unggulan. Bukan dengan mengulang ujaran kebencian. Agama tidak boleh dijadikan alat untuk menyebarkan kebencian. Agama Islam itu cinta damai. Begitu juga agama yang lainnya.

Mungkin dipilihnya Ma’ruf Aamin salah satunya untuk meredam anti Islam tadi. Namun menurut hemat saya, bukan berarti Jokowi melupakan isu ekonomi. Isu agama dan isu ekonomi sama-sama seksinya dan sama-sama bisa menumbangkan sebuah rezim. Namun isu agama akan lebih kuat dari isu ekonomi. Karena umat Islam rela mati jika agamanya dihina.

Meski begitu Ma’ruf Amin tidak akan bisa menyetop ujaran kebencian yang ada diruang publik. Paling bisa meminamilisir agar tidak membesar dan membabi buta. Caranya yaitu dengan cara kampanye damai. (mry)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi             PMDN Ada Peluang, Tetapi Konsumsi Melambat             Dari Sistem Pemilu Hingga Politik Uang             Perlu Perubahan Revolusioner