BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior
Iron Man

Sekarang ini bangsa Indonesia sedang dicengkeram oleh politik pemujaan. Banyak orang tidak perduli lagi pada persahabatan maupun persaudaraan. Bagi mereka tokoh pujaan adalah wakil Tuhan di bumi sehingga harus selalu dibela dan dipuja. Maka siapapun yang tak ikut memuja pantas untuk dicaci bahkan difitnah.

Sialnya, penyakit ini sudah menular ke semua lapisan masyarakat. Mereka yang berpendidikan tinggi dan dunia akademik tak terkecuali. Jadi jangan heran kalau perpecahan sosial kian nyata dan keras dari hari ke hari. Seolah telah menjadi bom raksasa yang setiap saat bisa meledak dan menghancurkan Indonesia menjadi berkeping-keping.

Kini nasionalisme telah menjadi sekadar pemanis mulut karena telah digusur oleh pujaanisme. Dengan kata lain,  kepentingan nasional boleh dikorbankan demi memuluskan jalan bagi ambisi politik tokoh pujaan yang sedang menjalankan tugas suci. Berita bohong dan fitnah pun dihalalkan sebagai alat untuk mengganyang siapa saja yang dianggap mengganggu misi suci  sang tokoh pujaan.

Tampaknya terlalu pagi untuk berpikir tentang kapan gejala ini akan berakhir,  karena belakangan ini situasinya makin parah. Kebencian karena perbedaan tokoh pujaan makin diumbar. Tak ada lagi rasa hormat kepada orang lain maupun diri sendiri. Mereka berkelakuan bagai binatang buas kanibal sedang kelaparan, yang siap melahap siapa saja.

Bertolak dari kenyataan di atas,  tak berlebihan bila ada yang mengatakan bahwa ancaman terbesar terhadap masa depan Indonesia saat ini adalah politik pemujaan. Kepentingan nasional cuma dianggap sebagai bagian dari ritual pemujaan tokoh yang diidolakan.

Semua itu menunjukkan bahwa politik devide et impera kini makin efektif untuk menguasai bumi nusantara. Apa yang ditakutkan oleh Bung Karno bahwa Indonesia akan menjadi santapan neo-kolonialisme kini kian menjadi kenyataan. Lihat saja, makin banyak yang sengaja melucuti rasa kanusiaannya sendiri menjadi manusia tanpa perasaan kemanusiaan seperti digambarkan oleh grup rock asal Ingris, Black Sabbath,  dalam lagu Iron Man. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

FOLLOW US

Jangan Bersikap Norak!              Disvestasi Saham Freeport Harus Bermakna Subtantif             Cermati Proses Transaksi             Nothing Special Soal HoA Freeport             Berhati-hati Terhadap Manuver Freeport             Di Depan Uang, Agama Semua Orang Sama             Kasus BLBI: Konspirasi Politik yang Tidak Pernah Tuntas             Membaca Pikiran Mahfud MD             Prestasi Pencitraan Pemerintah atas Freeport             Tegakkan Aturan, Tegakkan Harga Diri Bangsa (Bagian-1)