BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
Investasi sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Setelah mengeluarkan segala paket kebijakan ekonomi (PKE) dari PKE 1 hingga PKE 16, usaha pemerintah dalam meningkatkan investasi tahun ini mengalami kegagalan. Realisasi investasi tahun 2018 tidak mencapai target yang sudah ditetapkan. Selain faktor tahun politik yang menyebabkan adanya kondisi wait and see dari investor, ternyata faktor kondisi ekonomi domestik tidak mampu mengangkat peforma investasi Indonesia.

Salah satu ukurannya adalah peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia turun satu peringkat. Artinya, upaya Indonesia untuk meningkatkan kemudahan berinvestasi di Indonesia kalah oleh negara lain, termasuk negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, bahkan VietNam. Adanya Online Single Submission  (OSS) pun belum mampu mempermudah proses investasi. Kendala yang terbesar dalam OSS adalah konflik kepentingan antara pemerintah pusat dan daerah dalam delegasi peraturan perizinan. Contohnya deregulasi melalui PKE tidak sepenuhnya dijalankan oleh pemerintah daerah.

Selain masalah perizinan tadi, masalah terbesar lainnya adalah masalah tenaga kerja Indonesia yang dinilai masih kalah dibandingkan negara lainnya. Produktivitas tenaga kerja Indonesia memang masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Selain itu, pertumbuhan upah di Indonesia juga dinilai menjadi hambatan bagi investor untuk berinvestasi. Investor akan melihat produktivitas dan upah ini sebagai salah satu indikator utama. Jika produktivitas rendah namun permintaan upah terlalu tinggi, maka investor akan mencari negara lain untuk investasi. Kemudian, kualitas tenaga kerja juga menjadi faktor tersendiri karena investasi yang akan berkembang adalah investasi yang bersifat inovatif dengan penggunaan teknologi. Hal ini yang menyebabkan investor yang bergerak di bidang inovasi teknologi pindah ke negara lain seperti Thailand.

Faktor lainnya yang jarang jadi perbincangan adalah keadaan pasar persaingan di Indonesia yang sudah mengarah kepada pasar oligopoli. Dalam beberapa industri besar Indonesia, hampir semuanya dikuasai oleh satu atau dua perusahaan saja. Hal ini menyebabkan investor asing jarang bisa menembus industri tersebut untuk bersaing. Parahnya, kadang pasar yang seperti ini diciptakan pemerintah karena ada faktor kedekatan dengan penguasa. Maka dari itu, investor wait and see setelah pilpres ini untuk dapat melihat siapa penguasa selanjutnya.

Banyak hal yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kinerja investasi terutama untuk menarik investasi asing (FDI). Pemerintah dapat memulainya dengan melihat efektivitas dari PKE yang telah dikeluarkan. Dari sana, evaluasi dilakukan guna menentukan langkah apa saja yang layak dilakukan untuk dapat meningkatkan investasi. Kedua, penetapan institusi yang menjalankan kegiatan perizinan usaha harus tetap. Selama ini OSS masih di bawah kewenangan Kemenko Bidang Perekonomian, padahal harusnya berada di bawah BKPM. Ketiga, peningkatan faktor tenaga kerja dengan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha. Terakhir, pengawasan persaingan usaha untuk sehat agar perusahaan yang masuk bisa bersaing. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF