BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Plh Kapusdatin BNPB
Indonesia Tangguh Bencana 2050

Pada umumnya di Indonesia ini terdapat dua kubu padangan masyarakat terhadap bencana. Kubu pertama adalah masyarakat yang sudah paham bencana dan yakin bahwa bencana bisa diantisipasi, sehingga untuk pelaksanaan program mitigasi bencana lebih mudah.

Sementara kubu kedua kelompok yang menganggap bahwa bencana adalah takdir atau kutukan sehingga mereka pasrah saja, kalau mati ya mati saja.

Kita perlu melakukan penyadaran seperti halnya pemakaian seat belt pada mobil untuk mengantisipasi kecelakaan mobil. Sosialiasi ini harus masif dan terus menerus dan juga perlu penegakan hukum yang jelas dan tegas.

Tahapan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini lebih menyasar ke pemerintah seperti penguatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Main streaming pengurangan risiko bencana ke kementerian dan lembaga, ke Pemerintah Daerah (Pemda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya, TNI, dan Polri.

Persoalannya adalah belum semua orang di pemerintahan yang sadar tentang isu kebencanaan ini. Lihat saja dari sisi anggaran yang disediakan oleh pemda di seluruh indonesia, ada yang cuma 0.01 persen dari APBD.

Solusinya adalah melalui kebijakan pemerintah. Pembentukan dan penguatan BPBD, sekarang belum semua Pemda Kab/Kota yang sudah memiliki BPBD. Kemendagri membuat Aturan Standar Pelayanan Minimum (SPM) ke Pemda Prov/Kab/Kota tapi yang menjadi kendala tidak dibarengi dengan alokasi dana yang cukup. Sehingga sasaran ke masyarakat memang belum masif dan mungkin sekarang inilah saatnya untuk mulai.

Pemerintah menargetkan pada 2050 indonesia emas pada 100 tahun Indonesia. Indonesia tangguh bencana 2050. Sementara ini BNPB menyusun Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2018-2050. (yed)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)