BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)
Imperium ASEAN Raya Nomor 3 Se Dunia 2045

Kelas Menengah Indonesia pada 1946 sudah membuktikan patriotisme mereka dengan membeli Pinjaman Nasional yang mencatat penerimaan hasil obligasi tersebut dari Jawa dan Madura senilai f.318.644.500,- dan untuk Sumatera f. 208.330.100,-  Mereka rela dan percaya bahwa elite Nasional Indonesia akan memimpin negara ini untuk kesejahteraan seluruh rakyat. Pinjaman itu tentu saja mengalami nasib tergerus dengan merosotnya nilai rupiah selama 74 tahun merdeka.

Membaca sejarah tidak bisa sepotong-sepotong, tahun ini Singapura akan merayakan bicentennial sejak Raffles keluar dari Indonesia dan bermukim di kota pulau itu. Sejak itu memang imperium Belanda dan Inggris memperebutkan hegemoni global.  

Yang pertama menikmati imperium global era modern abad ke XVI adalah Spanyol yang mengangkangi harta karun Amerindian di Amerika Selatan dengan Pax Hispanica. Kemudian selama 2 abad VOC memonopoli perdagangan hasil bumi Nusantara dengan imperium Hindia Belanda. VOC bertahan 2 abad dan bangkrut bukan karena perlawanan kekuatan Nusantara, tapi Vergaan Onder Corruptie (Bangkrut karena korupsi). Ditersukan oleh pemerintah kolonial Belanda dengan Pax Neerlandica. Belanda menjadi imerium terkaya pada abad 17-18.

Imperium ketiga lebih fair karena mengandalkan meritokrasi inovasi dan invensi iptek dalam bentuk revolusi industri. Pax Britannica akan menjadi imperium global ke 3 pada abad XIX. Setelah Perang Dunia I maka Amerika Serikat menggantikan Inggris menjadi imperium Pax Americana sampai Abad XXI. Sekarang dia harus menghadapi multipolar Pax Consostia G20. Nah, Indonesia termasuk dalam G20 dan harus lihai memanfaatkan ASEAN secara  canggih.   

Baca analisis PDBI berjudul Imperium Asean Raya sebagai resep out of the box menghadapi pesimisme dan rasa fatalis minter dari orang yang mudah terkecoh dengan ujaran tidak percaya diri .

Maju terus dengan kekuatan ASEAN seperti diyakini PDBI sejak 1980. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI