BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Hoaks Jadi Strategi Membusuki Lawan Politik

Republik ini sedang darurat hoaks. Hoaks di mana-mana dan terjadi di mana-mana. Hoaks menjamur, tumbuh, berkembang, dan tersebar secara masif karena masyarakat tidak memverifikasi terlebih dahulu informasi yang masuk. Dan yang paling bahaya adalah hoaks menyebar dan tersebar karena ada yang memproduksi.

Bukan hanya diproduksi. Hoaks mungkin saja dipolitisasi untuk kepentingan tertentu. Hoaks bisa menjadi strategi capres dan cawapres dalam membusuki lawan politik.

Jika ada hoaks yang disebar oleh siapapun, termasuk kubu Jokowi-Ma'ruf, dipersilahkan dibuka saja. Kita punya instrumen hukum untuk melacak dan menangkap pelaku hoaks. Jadi, siapapun dan dari kubu manapun yang menyebar hoaks pasti lambat laun akan ketahuan.

Di era sekarang, tidak akan ada yang bisa menutup-nutupi apapun. Pemerintah pun tidak akan bisa menutupi apapun. Jadi kinerja petahana juga terbuka dan sangat mudah dinilai oleh publik. Begitu juga tak akan ada yang bisa menutup-nutupi hoaks. Siapun pelakunya pasti akan ketahuan.

Hoaks merajalela karena masyarakat tidak mau ribet. Tidak mau tabayun. Tidak mau memverifikasi berita yang datang. Sehingga informasi yang ada langsung dimakan tanpa disaring terlebih dahulu.

Tapi menjamutnya hoaks bisa juga akibat dari arus globalisasi, yang telah menciptakan derasnya informasi, yang informasi tersebut sulit dibendung. Namun sesungguhnya, jika kita hati-hati dan memverifikasi setiap kabar yang datang, hoaks tak akan berkembang.

Selain itu, konsekuensi demokrasi liberal yang kita usung, selain para politisi berpolitik dengan menghalalkan segala cara, juga bisa dengan cara menebar hoaks agar menang. Karena menebar hoaks merupakan bagian dari strategi. Strategi untuk menghancurkan lawan. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

FOLLOW US

Maskapai Asing, Investasi yang Buruk Bagi Ekonomi Nasional              Hilangnya Kompetisi di Pasar Penerbangan Domestik             Masalah pada Inefisiensi dan Pengkonsentrasian Pasar              SBY Harus Bisa Menenangkan              Lebih Baik Kongres 2020             Ketegasan SBY, Redakan Tensi Faksionalisasi             Langkah PKS di Oposisi Perlu Diapresiasi             Insentif Pajak, Daya Tarik Sistem Pajak yang Paling Rasional             Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei