BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)
Hindari Impact Ekonomi, Serahkan Sesuai Mekanisme

Sebenarnya sejauh masih dalam konteks tidak adanya pengerahan massa dan lain-lain tindakan hingga mengganggu keamanan, sebetulnya tidak ada impact-nya ke ekonomi.

Situasi terakhir, beberapa indikator jangka pendek juga relatif menguat paska pemilu seperti nilai rupiah dan IHSG. Hal itu berarti ada respon jangka pendek yang positif dari para pelaku di pasar modal dan pasar keuangan.

Hanya, situasi ini jika berlanjut terus tentu membutuhkan solusi. Jika kedua pasang yang berlaga di Pilpres terus saja saling klaim kemenangan, maka lama kelamaan yang kasihan akhirnya masyarakat. Ketidakpastian sebetulnya muncul dari para politisi ini.

Cara mencegahnya memang harus bersepakat bahwa jika keduanya masih berkeras, maka gunakan saja data real count yang dari KPU. Karena wasitnya adalah KPU. Jika setelah penetapan hasil pemenang ada yang tidak puas, maka itu sudah pasti ada.

Tetapi bagaimanapun tetap harus ada satu acuan yang sama. Oke saja jika semua nya punya quick count, exit poll dan lain-lain yang hasilnya berbeda-beda. Tapi semuanya harus tetap punya kemampuan menahan diri dengan tidak setiap hari saling klaim kemenangan. Semuanya terlalu dini untuk diambil kesimpulan dan disampaikan ke publik padahal wasitnya saja belum memutuskan.

Jadi baiknya semuanya tetap menunggu hasil pengumuman oleh KPU. Dan semua harus bisa menerima. Andaipun ada yang tidak bisa menerima, maka harus diselesaikan di Mahkamah Konstitus (MK).

Itu adalah mekanisme yang sesuai, agar hiruk pikuk politik ini tidak mengganggu ekonomi secara keseluruhan. Kalau semuanya diselesaikan secara mekanisme institusi formal yang ada (KPU dan MK), maka sejauh koridor itu yang dilaksanakan maka ekonomi masih tetap bisa berjalan baik.

Jsutru kalau protes-protes itu dilakukan dengan tetap menghormati mekanisme hukum yang ada, maka hal itu sebetulnya bisa juga menggambarkan optimisme ekonomi. Karena ternyata Indonesia sudah cukup dewasa dalam berdemokrasi. Semua pasti tidak 100 persen sempurna.

Gugatan atau protes tetap harus dengan data-data yang kuat. Hindari pengerahan massa. Masalahnya sekarang yang berlaga hanya ada dua pasang, lain halnya kalau tiga pasang calon, maka akan ada yang menetralisir.

Satu-satunya cara memang serahkan saja pada real count KPU.

Sekarang ini sebenarnya semuanya terkendali. Aktivitas masyarakat berdagang atau bekerjapun sudah berjalan seperti biasa. Hanya dikeruhkan oleh suasana politik yang tidak kondusif karena terus menerus didengungkan klaim kemenangan dari kedua belah pihak.

Pengamatan sejauh ini, sitausi ini belum berpengaruh ke ekonomi. Tapi jika nanti ada kondisi dimana apabila sudah diputuskan MK dan ada kubu yang tetap tidak mengakui, maka itu impact ekonomi nya bisa saja terjadi. Hal itu berpengaruh terutama pada persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia. Juga, akan ada refleksi awal terhadap indikator jangka pendek, berupa nilai mata uang rupiah yang turun dan IHSG yang goyah. Itu semua, pasti akan mengganggu neraca-neraca keuangan yang defisit.

Disamping itu semua, pastinya butuh situasi politik yang stabil dalam rangka membangun kembali ekonomi yang sehat. Kedua pasang calon presiden harus punya sikap negarawan sejati. Harus diupayakan nanti adanya rekonsiliasi politik seperti dulu pada 2014. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan