BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pemerhati Sosial, Spasial & Lingkungan
Hati-hati dengan Framing Media

Saya tidak dapat berkomentar banyak tentang teroris ini. Lebih banyak diam daripada berspekulasi yang belum tentu benar. Yang pasti, sangat bertentangan dengan ajaran syariat Islam. Baik itu pelaku laki-laki apalagi perempuan.

Namun, kita harus hati-hati dalam menyerap informasi. Berita yang masuk alam bawah sadar lebih berbahaya yang masuk tanpa disadari.     

Misal begini, setelah baca berita-berita seperti di atas, masih maukah kita belajar memanah? Yang notabene dianjurkan Rasulullah SAW? Alih-alih malah takut dicurigai antek teroris. Berita lain yang santer, konon pelaku teror dulunya aktivis rohis di masa sekolah dan rajin mengaji (berita yang belum tentu benar namun telanjur viral). Lalu bagaimana pandangan orang terhadap aktivis rohis sekarang?! Hati-hati. Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan.

Lebih baik kita tengok dan evaluasi kembali ke dalam keluarga kita sendiri. Yuk dekati anak kita yang masih kecil. Yang masih dalam masa pertumbuhan dan pencarian identitas. Dampingi mereka saat asyik bermain atau menonton TV/media. Tanggapi pertanyaan-pertanyaan kritis dan cerdas mereka yang kadang membuat kita berpikir panjang untuk mencari jawaban pertanyaan tak terduga. Semua berawal dari keluarga. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan             Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi