BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pemerhati Sosial, Spasial & Lingkungan
Hati-hati dengan Framing Media

Saya tidak dapat berkomentar banyak tentang teroris ini. Lebih banyak diam daripada berspekulasi yang belum tentu benar. Yang pasti, sangat bertentangan dengan ajaran syariat Islam. Baik itu pelaku laki-laki apalagi perempuan.

Namun, kita harus hati-hati dalam menyerap informasi. Berita yang masuk alam bawah sadar lebih berbahaya yang masuk tanpa disadari.     

Misal begini, setelah baca berita-berita seperti di atas, masih maukah kita belajar memanah? Yang notabene dianjurkan Rasulullah SAW? Alih-alih malah takut dicurigai antek teroris. Berita lain yang santer, konon pelaku teror dulunya aktivis rohis di masa sekolah dan rajin mengaji (berita yang belum tentu benar namun telanjur viral). Lalu bagaimana pandangan orang terhadap aktivis rohis sekarang?! Hati-hati. Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan.

Lebih baik kita tengok dan evaluasi kembali ke dalam keluarga kita sendiri. Yuk dekati anak kita yang masih kecil. Yang masih dalam masa pertumbuhan dan pencarian identitas. Dampingi mereka saat asyik bermain atau menonton TV/media. Tanggapi pertanyaan-pertanyaan kritis dan cerdas mereka yang kadang membuat kita berpikir panjang untuk mencari jawaban pertanyaan tak terduga. Semua berawal dari keluarga. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lukman Hakim Piliang

Dosen Administrasi Publik UPDM(B)

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

FOLLOW US

Pidana Mati Bersyarat, Jalan Keluar Moderat             Agama Baru Itu Bernama HAM             Layakkah Nama Bung Karno Dihilangkan             Istora Bung Karno, Simbol Identitas Bangsa             Ruang Politik Tidaklah Hitam Putih             Perdebatan Harusnya Berbasis Politik Program             Pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin Menimbulkan Kontroversi             Strategi Politik Jokowi di Pilpres 2019             Mengunci Golkar Ala Jokowi             Hanya Kepentingan