BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wartawan Senior dan Pendiri Tan Malaka Institute
Harusnya Partai Mengambil Kader Sendiri

Saya berpendapat akibat demokrasi liberal sistem politik kita sudah rusak berat. Apalagi dalam pemilihan kepala daerah. Semua diukur dengan popularitas dan "isi tas".

Menurut saya, tidak ada pengkaderan saat ini di partai politik. Yang ada pengkederan. Maksud saya kaderisasi saat ini tidak berjalan di partai politik. Sedangkan pilihan dalam Pilkada tergantung bos partai. Udah kayak lagu Bento Iwan Fals aja, "Yang penting aku menang, aku senang,".

Partai politik sebagai sebuah organisasi seharusnya mengambil sebuah keputusan secara organisasi, bukan berdasarkan maunya Ketua Umum dan orang-orang dekatnya. Yang terjadi saat ini kan seperti sebuah PT. Yang berkuasa Presdir. Bukan lagi suara kader partai.

Tentang kaderisasi dalam partai politik, harusnya partai mengambil kadernya sendiri dalam kontestasi poltik. Bukan mencomot orang lain yang tidak paham ideologi partai dan tidak pernah berjuang dari bawah. Seorang kader itu adalah orang orang berjuang dari bawah. Jatuh bangun membangun partai.

Seorang kader partai siap mati demi membela partai dan pilihan politik partainya. Kalau sekarang kan enggak. Partai hanya alat orang-orang tertentu untuk mengejar ambisi politiknya. Apalagi kalau kita bicara calon legislatif. Kader bisa kalah dan tersingkir dari nomor urut "jadi" oleh pelawak atau artis yang tidak pernah berjasa, apalagi membesarkan partai. Akibatnya terjadilah pindah partai dan sebagainya.

Akibat dari kader comotan atau numpang lewat itu, kualitas parlemen menurun. Apalagi kualitas kepala daerah. Setelah terpilih mereka tak peduli dengan partai politik yang mengusungnya. Kalau pun ingat paling cuma sama Ketua Umum saja. Kadang-kadang pun enggak. (ast)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional