BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Harus Membangun Ekosistem Terlebih Dahulu

Sebenarnya kalau kita belajar dari Thailand dan Malaysia mereka juga punya aturan mengenai keberadaan DHE. Bahwa DHE memang harus stay 6 bulan di kedua negara itu. Dari kedua negara itu kita bisa jadikan benchmark.

Masalahnya, di Thailand itu ekosistem untuk penerapan instrument aturan pengendapan DHE sudah terbangun. Artinya, di Thailand untuk trade finance dan pembiayaan finance semua dari bank-bank lokal sehingga para pengusaha dan eksportirnya dengan senang hati memarkir DHE di dalam negeri.

Sementara eksportir kita masih banyak dibiayai oleh bank-bank Singapura. Dari bank-bank di Singapura itu salah satu kriterianya adalah dana harus diparkir di perbankan mereka. Itu salah satu kesulitannya.

Jadi sebetulnya wajar saja, karena bank-bank Singapura itu sudah memberikan pinjaman untuk pembiayaan ekspor, dan di sisi lain mereka juga butuh dana nya untuk diparkir di sana.   

Hal lain adalah dari sisi swap rate, dimana memang rate konversi nya masih terlalu tinggi sehingga hal itu juga yang membuat para pengusaha kita agak enggan untuk memarkir dananya ke dalam negeri.

Jadi untuk masalah DHE ini intinya adalah ekosistem kita memang belum cukup terbangun untuk bisa kemudian mewajibkan DHE. Apalagi jika bicara masalah kebutuhan importir kita yang butuh cukup banyak cash flow dalam bentuk valas, untuk kebutuhan membeli bahan baku produksi yang didapat dari impor.

Hal itu juga harus dipikirkan. Jangan sampai nanti setelah ada kewajiban DHE untuk diparkir sekian lama di dalam negeri, itu bisa membuat para pengusaha bermasalah dari sisi cashflow.

Jalan keluarnya mungkin harus diseleksi saja. Jadi tidak semua eksportir punya kewajiban untuk menahan DHE nya. Untuk eksportir yang membutuhkan bahan baku impor dalam kegiatan produksinya jangan diwajibkan untuk menahan DHE nya di dalam negeri, karena akan menyebabkan mereka kesulitan cashflow.

Kalau mau lancar maka syaratnya ekosistemnya harus terbangun terlebih dahulu. Tetapi kalau situasi ekosistemnya belum mendukung sementara aturan harus menahan DHE di dalam negeri diterapkan, maka bisa jadi pengusaha akan lari dan boleh jadi akan memindahkan base-nya keluar negeri. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif