BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Politisi Hanura
Harus Berani Berinovasi

Impor BBM memang karena kebutuhan minyak dalam negeri semakin naik. Sementara produksi nasional tidak mencukupi. Saat ini lifting per hari 800 ribu bph barel per hari sedangkan kebutuhan minyak nasional per hari 1,5 juta bph. Jadi sisa kebutuhan harus impor dari luar. Sekarang kita hanya bisa menggunakan sumur-sumur tua yang di eksplorasi sementara cadangan yang diperkirakan masih potensial itu ada di tengah laut. Hanya perusahaan migas asing yang berani berspekulasi ke sana untuk eksplorasi dan eksploitasinya karena biaya sangat mahal. Harus berani gambling untuk eksplorasi 1–2 miliar dolar AS, dan itupun belum tentu ketemu cadangan potensial.

Cadangan minyak kita memang diketahui kira-kira tinggal 12 tahun lagi sebesar 3 miliar barel. Sebetulnya saya sudah sarankan kepada pemerintah pada awal-awal pemerintahan ini--ketika harga minyak bumi masih murah--untuk segera membangun SPR (strategic petroleum reserve) tapi tidak terlaksana juga. Sekarang harga minyak sudah mahal jadi agak repot juga.

Sebenarnya sumber daya kita habis, dana pun sudah habis karena dikuras oleh pemerintahan-pemerintahan yang lalu. Efeknya berimbas sekarang ini. Kita tidak menyalahkan masa lalu tapi memang kenyatannya seperti ini. Yang kasihan ya generasi sekarang. Dulu minyak kita dikuras dengan sistem ijon oleh Orde Baru, yang cuma mengambil uang awalnya saja. Sekarang pak Jokowi mulai mengambil alih semuanya, Rokan, Mahakam, semuanya akan diambil alih. Tentunya tidak dengan model ambil paksa seperti diminta pihak oposisi sekarang. Hal itu tentu tidak bisa karena semua ada aturannya. Yang akan dilakukan, begitu kontrak habis, ambil alih dan jangan diperpanjang.

Terkait nilai tukar rupiah sekarang dengan kebutuhan impor, oleh karenanya kita harus segera berani berinovasi. Kita bisa lihat contoh di Brasil itu sudah pakai Ethanol semua di kendaraan. Karenanya bagus sekali kalau kita produksi ethanol seperti Brasil. Juga bagaimana memproses sawit itu menjadi solar, itu yang harus dilakukan. Tidak hanya B20 tapi jika memungkinkan semua dirubah menjadi bahan bakar nabati mengapa tidak? Jangan hanya sekadar B20. Memang perlu penguatan riset apakah bisa diproses menjadi bahan bakar setara solar. Di Brasil itu sekarang bisa 100 persen Ethanol, lalu kenapa kita tidak bisa? (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF