BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII)
Guyonan Satire 'Capres' Nurhadi

Di tengah memanasnya situasi politik di tahun politik, kehadiran Calon Presiden (Capres) Nurhadi dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Aldo bagaikan oase di tengah padang pasir. Pasangan capres dan cawapres guyonan dengan nomor 10 kreasi anak-anak muda ini dimaksudkan untuk sekedar lucu-lucuan, untuk mengurangi ketegangan dan mendinginkan situasi. Meme-meme dan "quotes" pasangan yang disingkat "Dildo" ini sangat lucu dan menggelitik bagi siapa saja yang membacanya. Simaklah salah satu memenya, "Sebagai capres pilihan, saya tidak bisa berjanji, kita jalani saja dulu, siapa tau kita cocok."

Jika dicermati lebih dalam, sebenarnya meme-meme dan "quotes" Dildo tersebut tidak sekedar lucu dan menggelitik, tapi juga banyak yang berwujud satire yang mengena. Lihat saja Visinya yaitu terciptanya tatanan masyarakat yang adil, kuat , cerdas dan terdidik dalam menyikapi persoalan politik yang diciptakan oleh kelas penguasa. Visi ini seolah ingin menyindir masyarakat yang seringkali menunjukkan sikap yang tidak tidak cerdas bahkan seakan tidak terdidik. Demikian juga visi tersebut juga seakan ingin menunjukkan bahwa sumber dari persoalan-persoalan politik adalah penguasa.

Lihat juga misinya yang ingin mengangkat kesejahteraan kaum buruh dan petani yang seringkali menjadi kaum yang tertindas dan dirugikan oleh kebijakan penguasa yang berkolaborasi dengan pengusaha. Kebijakan impor, misalnya, seringkali merugikan kaum buruh dan petani. Buruh terancam pemutusan hubungan kerja (PHK), dan produk pertanian seringkali harganya turun saat panen akibat membanjirnya produk impor.

Simaklah salah satu misinya, "menciptakan pengangguran sebagai lapangan pekerjaan." Hal ini seakan ingin menyindir kebijakan penguasa atau misi para capres dan cawapres yang sesungguhnya yang menjadikan pengangguran sebagai ajang mendulang suara. Dengan janji-janji kampanye untuk menciptakan jutaan lapangan kerja, setelah terpilih justru sebaliknya, yang sudah kerja pun di-PHK. Ironisnya, tenaga kerja asing masuk deras ke tanah air.

Meme yang sangat mengena yang seakan ingin menyindir masyarakat dan para capres dan cawapres serta tim sukses yang menggambarkan persahabatan yang harus berakhir karena pemilihan presiden. Dengan gambar "Prabowo kecil" dan "Jokowi kecil," simaklah kalimatnya ini, "Persahabatan mereka dari kecil dipisahkan oleh Pilpres 2014."

Tidak sedikit persahabatan berakhir, rekanan putus, persaudaraan pecah, pacaran "ends" dan fitnah serta hoaks berseliweran, bahkan kejahatan politik meningkat gara-gara pilpres. Jadikanlah meme dan "quotes" Capres Nurhadi ini sebagai satire untuk bahan pelajaran. Jika tidak, kembalikan saja kepada khitahnya untuk lucu-lucuan. Biarkan yang tegang hanya Capres Nurhadi. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nailul Huda

Peneliti INDEF

FOLLOW US

Perempuan yang Terlibat dalam Terorisme Merupakan Korban             Kelompok Radikal Di Indonesia Telah Bertransformasi             Anggaran Apel Kebangsaan Kurang Proporsional             Apel Kebangsaan: Mestinya Undang Tokoh dari Dua Kubu             Utang Luar Negeri dan Cadangan Devisa             Pengelolaan Utang: Apakah Efektif dan Efisien?             Korupsi Politik Makin Menjadi-jadi             Awal Reformasi, PPP Gigih Dukung Pembentukan UU KPK             Kinerja Memang Naik,Tapi Bukan Akselerasi             Harus Menunggu Laporan Keuangan Resmi BUMN