BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat transportasi
Gunakan PAS Tak Langgar Aturan

Dalam kasus ini, penggunaan Public Address System (PAS) atau mikrofon pesawat di luar untuk penerbangan pada dasarnya bukan suatu masalah. Terlebih jika pilot dan awak kabin sudah memberikan izin, maka hal itu seharusnya tak menjadi masalah. Begitu pula dengan apa yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada saat mengucapkan "Selamat Hari Kartini" kepada para penumpang.

Namun yang menjadi masalah adalah apa yang disampaikan oleh Neno Warisman itu sendiri. Karena curhat mengenai penghadangan yang dilakukan oleh masyarakat Pekanbaru Riau, ketika dirinya akan mengikuti acara deklarasi #2019GantiPresiden, merupakan suatu hal yang berbau politik. Bahkan kemungkinan bisa saja memicu kegaduhan di dalam pesawat.

Oleh sebab itu, kemungkinan pihak yang mendesak agar Neno Warisman segera dikenakan sanksi, dikarenakan mereka menganggap bahwa Neno Warisman telah melanggar Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 tahun 2009 Pasal 54, yang mengatur tentang tata tertib penerbangan yang menyebabkan gangguan ketenteraman dan sebagainya itu. 

Namun jika ditanya apakah Neno Warisman harus dikenakan sanksi atau tidak, hal itu nanti dilihat berdasarkan hasil dari penyelidikan dan aturan atau Undang-undang yang lainnya. Jadi hal itu harus dianalisis dan diproses terlebih dahulu sebelum menentukan Neno Warisman bersalah dalam kejadian tersebut.

Kemudian terkait pertanyaan mengapa pilot dan awak kabin yang mengizinkan Neno Warisman menggunakan PAS harus dikenakan sanksi, sementara pilot yang mengizinkan Susi tidak, pada dasarnya itu tergantung pada kapabilitas pilot dalam mengambil keputusan memberi izin penggunaan PAS. Karena setiap perusahaan sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dibuat Kementerian Perhubungan. (grh)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

FOLLOW US

Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh             Persoalan Ada Pada Tingkat Konsumsi             Kedaulatan Pangan Didukung Pola Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan