BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Umum Pimpinan Pusat BM Hipmikindo.
Generasi Tua Harus Berikan Kesempatan pada Pemuda

Regenerasi adalah suatu keniscayaan, suka atau tidak pasti terjadi. Hal ini merupakan konsekuensi logis daripada dinamika perjalanan waktu dan majunya peradaban. Regenrasi juga diperlukan untuk mejawab tantangan zaman dengan segala kebutuhan yang diukur berdasarkan persoalan zaman.

Regenerasi tidaklah semata hanya pergantian orang dari yang sebelumnya dengan orang baru tapi lebih dari itu yakni pertarungan idea dan gagasan yang baru guna menjawab tantangan zaman tadi. Oleh karena itu ukuran keberhasilan dari suatu regenerasi adalah kemampuan untuk menentukan langkah-langkah terobosan sesuai dengan tuntutan jaman serta mewujudkan langkah-langkah itu menjadi nyata.           

Arus informasi saat ini tidak dapat dibatasi lagi, membuat semua menjadi sangat mudah untuk diakses. Inilah yang memudahkan setiap orang pada gilirannya untuk dapat memperoleh apapun informasi yang dibutuhkannya. Selanjutnya ini yang membuat soal experience (pengalaman) tidak harus melulu diukur melalui jam terbang, akan tetapi hal yang bersifat kualitatif bisa juga didapat degan cara yang lebih simple dan mudah.         

Tentunya dengan tidak mengesampingkan soal kemampuan, integritas dan tanggung jawab. Di republik ini reformasi 1998 adalah contoh konkret bagaimana kemudian mahasiswa kala itu yang relatif minim pengetahuan soal kenegaraan dan pemerintahan, justru ada di garda terdepan pendobrak benteng otoritarian rezim Soeharto yang anti demokrasi hanya berdasarkan pijakan idealisme,moral, keyakinan dan kebutuhan atas perubahan. Mahasiswa lebih berani dibanding para jenderal ABRI dan politisi yang jelas bersujud pada Soeharto slama 32 tahun, walaupun mungkin tidak semuanya.                       

Dunia mencatat hanya orang mudalah yang mampu mengubah dunia dan kebanyakan orang tua menjadi beban negara dengan egonya yang memuncak. Kemudian pola pikir harus dirubah apalagi orang muda relatif tidak mempunyai dosa masalalu, jika tidak dimulai atau dicoba bagaimana bisa mengetahuinya. Jangan sampai pada suatu hari orang muda akan turun kembali kejalan karena, keegoisan generasi tua dalam mengelola negara. Presiden sekalipun, harusnya dijabat pada usia produktif sehingga dapat menghasilkan kinerja yang maksimal, dan jangan lagi kemudian generasi tua menambah lagi dosa sejarah dengan tidak memberikan kesempatan pada orang muda. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)