BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Kebijakan Publik, Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group
Ethiopian Airlines ET 302 dan Lion Air JT 610 Kemungkinan Alami Baby Sickness

Masalah yang dihadapi oleh pilot pesawat Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh di Kota Bishoftu kemungkinan ada kesamaan dengan masalah yang ada pada pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di peraira Karawang. Hal itu terlihat dari beberapa kemiripan saat kecelakaan terjadi, lantaran keduanya sama-sama jatuh beberapa menit setelah take-off. Terlebih jenis pesawat yang digunakan pun sama.

Kemungkinan kecelakaan tersebut terjadi karena baby sickness atau produk yang bermasalah. Itulah yang seharusnya diteliti terlebih oleh setiap maskapai penerbangan, agar dapat segera melakukan tuntutan kepada pihak Boeing, atau melakukan pengecekan bagian pesawat yang mengalami baby sickness.

Padahal sebelumnya pihak Boeing menyatakan telah melakukan pengecekan terhadap seluruh pesawat yang terjual, namun faktanya, hanya dalam kurun waktu enam bulan, sudah ada dua pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang jatuh dengan permasalahannya yang hampir sama, yakni pilot mengalami kesulitan dalam mengendalikan pesawat yang terus menukik. Oleh sebab itu, dibutuhkan review terhadap pesawat jenis tersebut.

Untuk kembali meyakinkan konsumen bahwa pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 aman, pihak maskapai yang memiliki pesawat jenis tersebut dan menjadi korban, harus melakukan tuntutan agar perusahaan manufaktur yang berkaitan melakukan pengecekan dan investigasi yang mendetail. Kemudian hasil investigasi itu diumumkan kepada dunia.

Sementara itu, tindakan Kemenhub yang menerapkan larangan terbang bagi pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 sudah sangat baik. Lebih rugi uang dibandingkan harus kembali kehilangan nyawa. Maskapai harus mengikuti aturan yang ada sampai investigasi selesai dilakukan dan diketahui apa penyebab jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 yang menewaskan 157 penumpang. (grh)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

Massa Ke MK, Untuk Apa?

0 OPINI | 13 June 2019

Bangsa Xenophobia

13 June 2019

Bahasa Daerah, Merana Nasibmu

2 OPINI | 14 June 2019

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan             Investor Tak Hanya Andalkan Peringkat Daya Siang