BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN 2005-2010
Empat Tugas Komisaris Pertamina

LBP dulu membela reklamasi dan proyek Meikarta habis-habisan, namun pada akhirnya yang dibela menjadi kacau, sehingga pernyataannya bahwa Pertamina sebagai sumber kekacauan pada akhirnya yang akan terjadi sebaliknya. Pernyataan LBP sering bertolak belakang dengan kejadian sebenarnya. Siapa tahu yang terjadi di Pertamina adalah yang sebaliknya, dari sumber kekacauan menjadi sumber kedamaian.

Yang terjadi justru Pertamina menjadi tempat menyembunyikan kekacauan. Kalau Pertamina mengumumkan berapa utang BBM yang dilakukan pemerintah, TNI maka akan timbul kekacauan. Lalu meminta DPR memasukkannya ke dalam APBN, maka batas maksimal utang terlampaui. Hal ini akan membuat presiden di-impeachment.

Atau Pertamina membuka fakta tentang kondisi sebenarnya dari stok BBM yang ada, apakah solar masih tersedia. Jika hal ini dibuka maka akan menimbulkan kekacauan.  Atau Pertamina berhenti bekerja 2 jam saja maka akan ricuh. Jadi Pertamina ini tempat untuk menyembunyikan kekacauan yang diteriakkan seakan-akan sebagai sumber kekacauan.

Yang membikin kacau adalah orang-orang di luar yang ingin mendapatkan kesempatan di Pertamina. Tiket pesawat mahal yang disalahkan Pertamina [karena avtur Pertamina]. Nanti naik ojek mahal Pertamina juga yang disalahkan. Orang yang salah, Pertamina yang disalahkan.

Indonesia adalah negara satu-satunya yang membebankan cadangan minyak kepada BUMN yang seharusnya dibebankan kepada negara. Hal yang sama terjadi pada Bulog sehingga harus menanggung utang Rp28 triliun.

Pada Maret-April, sampah-sampah yang disembunyikan di BUMN akan terbuka di akhir tahun. Sekarang sudah terbuka dan susah untuk ditutup-tutupi.

Mengenai keberadaan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, apakah menyelesaikan kekacauan. Semoga tidak menjadi sumber kekacauan. Kalau dia tidak berubah dia akan menjadi sumber kekacauan.

Ahok ditugaskan untuk membenahi B30. Namun ini tugas kepada divisi di Pertamina. Ahok orang hebat, jangan diberikan pekerjaan ringan, nanti dia menganggur. Orang hebat harus diberikan pekerjaan hebat.

Ahok perlu diberikan empat tugas hebat. Pertama, datangi Senayan [DPR], lalu melaporkannya kepada presiden agar jangan lagi menugaskan Pertamina yang akan membuatnya rugi. Kedua, datangi kantor LBP dan meminta agar tidak ada lagi yang mengintervensi investasi Pertamina seperti dalam pembangunan kilang.

Ketiga, datangi Menteri ESDM, meminta agar Pertamina tidak mengikuti lelang blok migas sehingga harus beli mahal. Pakailah cara kami dulu memberikan blok Mahakam secara gratis. Sekarang semua harus bayar. Keempat, datangi Menteri Keuangan, tagih utang pemerintah kepada Pertamina sebesar Rp70 triliun, termasuk utang BBM TNI. (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF