BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Akademisi dan Praktisi Ekonomi Syariah
Ekonomi Islam dapat Mewarnai Ekonomi Pancasila

Ekonomi Pancasila memberikan jiwa dan sistem ekonomi yang merujuk pada nilai-nilai kelima sila Pancasila.Tugas kita untuk selalu berinovasi dan melakukan adaptasi terhadap perkembangan jaman dengan tetap dijiwai oleh nilai-nilai kelima sila tersebut.

Jadi Ekonomi Pancasila harus bersifat dinamis seiring perkembangan jaman tanpa kehilangan jiwa sila-sila nya.

Ekonomi Kapitalis awal telah lama mati. Kemudian segala kelemahan nya diperbaiki dari jaman ke jaman untuk dapat bertahan hidup bahkan menguasai dunia. Ekonomi Sosialis awal juga telah lama mati. Kemudian kelemahan-kelemahannya diperbaiki, dari zaman ke zaman untuk hidup kembali bahkan menjadi negara adidaya ekonomi dunia saat ini.

Bila Ekonomi Pancasila dikembangkan dengan merujuk pada sistem ekonomi kapitalis atau sosialis, maka Indonesia akan selalu tertinggal karena versi yang kita rujuk adalah versi ekonomi kapitalis dan sosialis yang telah kadaluarsa. Atau kemungkinan lain, kita merujuk ekonomi kapitalis atau sosialis yang paling mutakhir padahal di negara asalnya mereka pun masih trial & error. Contoh nyata adalah gagalnya resep IMF mengatasi krisis ekonomi Indonesia dan negara-negara lain.

Oleh karena itu, kita harus mengembangkan Ekonomi Pancasila dengan menggali jiwa sila-sila nya. Kesulitan sering kali muncul karena kelima sila itu tentu tidak cukup rinci untuk dituangkan dalam level operasional.

Pada area inilah Ekonomi Islam yang memiliki perangkat operasional yang cukup rinci sekaligus cukup luas, dapat mewarnai Ekonomi Pancasila. Nilai-nilai ajaran Islam yang sangat kental mewarnai Pancasila tentu merupakan pilihan yang paling logis untuk mewarnai Ekonomi Pancasila. Rentang waktu ratusan tahun Islam di Indonesia sebagai agama mayoritas penduduk, membuat jiwa ajaran Islam telah merasuk jauh ke dalam budaya Indonesia.

Ekonomi Islam memiliki tingkat kerincian yang lebih dari cukup untuk menerapkan sila-sila Pancasila pada level operasional. Pada saat yang sama Ekonomi Islam memiliki tingkat fleksibilitas yang sangat luas untuk dapat berinovasi dan beradaptasi dengan kemajuan jaman.

Sejarah mencatat, banyak jiwa dan perangkat Ekonomi Islam yang diadopsi oleh ekonomi kapitalis dan Sosialis dalam upaya mereka bertahan hidup bahkan mengembangkan ekonomi kapitalis dan sosialis dari jaman ke jaman. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI