BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) IPB
E-Commerce Hanya Sebagai Channel of Fund

Sebenarnya, zakat digital ini merupakan salah satu platform dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bahkan, sebagian lembaga zakat sejenis juga mengembangkan zakat online sebagai salah satu media untuk mngakomodasi beberapa segmen di dalam kelompok muzakki, yang mereka memiliki preferensi lebih tinggi untuk melakukan aktivitas keuangan, termasuk juga aktivitas pembayaran zakat melalui platform digital.

Sehingga apa yang dilakukan oleh Baznas dan lembaga-lembaga zakat lainnya itu adalah dalam rangka untuk mengakomodasi, menangkap keinginan, dan melayani segmen masyarakat tersebut. Dan memang kecederungan zakat digital ini ke depannya, tren ini akan mengalami peningkatan. Sehingga hal ini harus difasilitasi dengan baik.

Nah, mengenai pelibatan sejumlah perusahaan e-Commerce dalam kerja sama pelaksanaan kegiatan zakat digital atau zakat online ini, adalah sebenarnya lebih kepada pemanfaatan sarana saluran dana (channel of fund). Sementara pengelolaan dana itu tetap dilakukan oleh Baznas maupun lembaga amil zakat (Laz). Jadi e-Commerce ini hanya merupakan saluran untuk menerima dana zakat, infaq, shodaqoh yang dibayarkan oleh masyarakat. Karena dari sisi ketentuan perundang-undangan, yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan zakat tersebut adalah Baznas dan lembaga amil zakat resmi yang sudah mengantongi izin dan akreditasi dari pemerintah.

Jadi artinya, pengelolaan zakat online atau digital tersebut tetap berada di wilayah Baznas dan Laz. Saya setuju, dengan apa yang disampaikan dalam sinopsis watyutink.com tersebut, bahwa apabila perusahaan e-Commerce ini telah memiliki persyaratan, terutama persyarakatan zakat perdagangan atau perniagaan, maka mereka juga wajib mengeluarkan zakatnya.

Bahkan, bukan hanya mengakomodasi, dalam konteks platform digital untuk saluran penerimaan dana zakat, tetapi Baznas dan Laz juga telah mengembangkan pembayaran zakat dan sedekah melalui saham. Ini dengan laksanakan dengan bekerja sama dengan salah satu perusahaan sekuritas. Sehingga saat ini orang tidak hanya membayar zakatnya pakai uang, melainkan bisa juga pakai saham. Ini juga platform untuk mengakomodasi salah satu segmen masyarakat yang memiliki kebutuhan dan demand untuk menunaikan kewajiban zakatnya.

Zakat digital atau online, maupun zakat saham tersebut, bukan berarti kemudian membuat saluran-saluran zakat lain tidak fungsional. Semua dibuka, semua dimungkinkan, untuk mengakomodasi keinginan masyarakat dalam membayar zakat, asal sesuai hukum syara’ dari zakat maupun hukum perundang-undangan yang berlaku.

Ada muzakki (pemberi zakat) yang senang dijemput zakatnya, maka fasilitas dan pelayanan penjemputan zakat juga harus kita persiapkan. Ada juga muzakki yang lebih senang datang langsung ke tempat-tempat pembayaran zakat, sehingga bisa berinteraksi langsung dengan pihak amil zakatnya atau bahkan dengan mustahiqnya.

Jadi, jangan sampai ketika mengubah platform serta merta kemudian menghilangkan atau meminimalisir saluran-saluran zakat yang lain. Termasuk saluran konvensional yang selama ini dilakukan di masjid-masjid. Intinya, semua saluran zakat harus difasilitasi dan dilayani.

Cuma memang, kelihatannya ke depan, tren zakat digital atau zakat online ini nampaknya akan terus berkembang, terutama pada generasi milenial. Selain itu yang harus diperhatikan adalah konfirmasi atas pembayaran zakat yang dilakukan oleh muzakki secara online. Artinya, sistem itu dibuat idealnya agar bisa mengidentifikasi dana-dana zakat ini siapa yang mengirimkan. Karena salah satu kewajiban dari Baznas dan Laz itu adalah menerbitkan apa yang disebut “bukti setor zakat”.

Bukti setor zakat ini harus diterbitkan oleh Baznas dan Laz karena itu nanti bisa digunakan –jika sang muzakki mau— sebagai lampiran yang disertakan pengurusan pajak untuk mengurangi pendapatan kena pajak. (afd)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

FOLLOW US

Kegalauan Anies, Lahirkan Kebijakan Itu             Bukan Sekadar Buat Aturan, Tapi Bangkitkan Rasa Kepedulian              Tidak Ada Alasan Mengabaikan Putusan MK             Keputusan KPU Mengembalikan DPD Khittahnya             Awasi Distribus Beras dengan Benar!             Koordinasi dan Komunikasi Menko Perekonomian Buruk              Bersaing dulu di ASEAN             Harus Ada Transformasi Struktural Industri              Tingkatkan Daya Saing Produk Kita             Perlindungan Anak Harus Libatkan Pengurus RT dan RW