BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY/ Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)
Dorong Dulu Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Saya sudah dua kali mendengar pidato ibu Sri Mulyani tentang potensi besar ekonomi syariah termasuk potensi zakat. Memang tema besar seminar itu bagaimana ekonomi syariah bisa berperan aktif ikut membantu program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Sayangnya, potensi besar tersebut saat ini baru sekitar 2 persen yang terkumpul setiap tahun, karena pengelolaannya belum optimal.  

Tapi pendapat saya, sepertinya pemerintah agak keliru dalam memandang ekonomi syariah. Saya sebagai orang yang lama di dunia ekonomi syariah memandang, pemerintah sebaiknya lebih dulu serius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Jadi tidak terbalik meminta ekonomi syariah agar membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan.

Pasal 34 UUD 1945 menyatakan, "Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara". Peran negara dibutuhkan untuk hadir disitu. Kalau umat Islam dalam hal memperjuangkan orang miskin sudah berjuang lama melalui zakat, karena itu sebuah kewajiban.

Pemerintah diharapkan bijak. Dorong dulu ekonomi syariah agar tumbuh berkembang karena selama ini keterlibatan pemerintah amat minim. Pertumbuhan pangsa pasar ekonomi syariah “mentok” di angka 5 persen dari total 85 persen populasi umat Islam tanah air. Lama sekali tidak bergerak di posisi itu, karena tidak adanya dukungan optimal dari pemerintah.

Hal berlainan terjadi di Malaysia. Pertumbuhan pangsa pasar ekonomi syariah disana sekitar 25 persen dari total 55 persen umat Islam di Malaysia. Ada dukungan penuh dari pemerintah Malaysia untuk tumbuh berkembangnya ekonomi syariah.

Disana top down, artinya semua dana proyek pemerintah dikucurkan lewat bank syariah. Kalau disini, gaji saya saja jika diminta untuk dipindahkan transfernya ke bank syariah, itu susah sekali dan sampai sekarang tak terlaksana. Padahal kalau itu bisa dilaksanakan, potensi pertumbuhan pangsa pasar ekonomi syariah lewat bank Islam bisa bertumbuh baik. Itu salah satu contoh, dan kalau mau banyak sekali yang bisa dilakukan pemerintah untuk mendorong tumbuhnya ekonomi syariah.

Menggunakan dana zakat juga harus hati-hati, karena itu ada aturan ketat dalam Al Quran di surat At Taubat ayat 60 yang menyebutkan “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Lain kalau gunakan dana infaq dan shodaqoh yang lebih longgar aturannya.

Jadi memang harus hati-hati, jika sampai nanti kalau terjadi penyalahgunaan dana zakat, maka itu berbahaya sekali. Pemerintah memang harus bijak, tolong dulu ekonomi syariah untuk tumbuh, baru meminta bantuan potensi ekonomi syariah.

Potensi penerimaan pajak negara juga selayaknya harus dikejar lebih serius dari mereka yang suka mengemplang pajak, para pengusaha besar. Sementara Tax Amnesty hanya bisa mengumpulkan Rp125 triliun dana repatriasi. Dana BLBI yang harus dikembalikan juga masih bisa dikejar sebagai alternatif pendanaan. Soal penerimaan dari non pajak, panas bumi kita nomor dua terbesar di dunia, meski cost-nya mahal tapi kan bisa dikelola serius dulu. Begitu pula dengan potensi pajak mobil mewah. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)