BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Ketua DPW Kombatan Bali, Dosen Universitas Mahendradata Bali
Disharmonisasi para Elit Politik, Alih Dukungan

Bukan kali ini saja Jk ketidakharmonisan hubungan dengan Jokowi, tetapi sejak Pilkada DKI dengan memasukan Sandiaga Uno menjadi pasangan Anies Bawesdan untuk mengalahkan Ahok. Dilihat dari sikap politik JK terhadap Jokowi terindikasi bersebarangan sejak dulu.

Jika dilihat dari latar belakang JK dan Jokowi sama sama pengusaha, JK adalah pengusaha besar jaman Orba dan dekat dengan Bapak Soeharto, kemudian JK terjun dalam politik sebagai fungsionaris Golkar, kedekatan dengan Prabowo sangat baik apalagi menjadi menantu Bapak Soeharto jelas jasa Bapak menjadi pengusaha besar dan politikus nyaris tanpa rintangan.

Kritik JK terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur Jokowi, pandangan masyarakat jadi aneh bagaimana suatu kebijakan bisa terjadi tanpa melibatkan wakil presiden sangatlah aneh. Saya pernah membaca TS Bapak JK terhadap Jokowi baik baik saja, sampai JK memberikan apresiasi positif dan membanggakan kepada Jokowi dalam pembangunan infrastruktur super cepat mengalahkan reputasi kepeminpinan presiden presiden sebelumnya. 

Kitrik JK saat ini sungguh kontroversial karena dalam pemilu pilpres dalam hitungan bulan. Apakah ini manuver politik? Manuver politik untuk kepentingan siapa?

JK adalah politisi Golkar dan mendukung kubu Jokowi, etika politik mestinya tidak demikian.
Dengan kritik panas JK terhadap Jokowi bisa saja sikap menggembosi dukungan Jokowi meskipun tidak significant.

Dalam paket pasangan pilpres dan cawapres sekarang  Jokowi dengan Maruf Amin dan tidak meminang JK lagi biasa saja. Dikeluarkannya JK dari peluang cawapres baru tidak heboh, jadi analisis pilpres lalu tanpa JK, pun pilpres dimenangkan Jokowi karena derasnya dukungan rakyat bukan semata mata kekuatan parpol. Kekecewaan JK menjadi dis harmonisasi hubungan JK dengan Jokowi, dan lebih nyata ketika kritik terhadap Jokowi berlangsung vulgar dimata publik. Jokowi adalah sosok peminpin yang muncul dari dominasi pengaruh politik semata, tetapi rakyat yang biasa yang dipinang partai politik untuk dijagokan.

Kritik JK terhadap kinerja Jokowi memang memiliki tedensi soalan membocorkah kelemahan selaku Presiden atau koleganya. Viral komentar JK ini bisa mengalihkan pandangan para pemilih yang abu abu ke pasangan Prabowo- Sandi meskipun tidak significant.

Dalam dunia politik kawan jadi lawan, lawan jadi kawan hal yang biasa. Namun bagi publik tentu akan menjadi catatan tokoh tokoh yang begini apa catatan positif atau negatif. Dan sekarang banyak tokoh tokoh politik yang awalnya menjadi kebanggaan setelah berjalan kemudian masuk dalam tokoh list negatif.

Yang menjadi bias kritik JK adalah pembangunan LRT Jabodetabek Rp500 millar per kilometer. Orang akan mempertanyakan apa iya? Memang ini perlu klarifikasi agar dapat penjelasan proyek LRT itu. Keterlambatan JK mengkritik justu menjadi bumerang kenapa baru sekarang muncul koreksi? Kenapa tidak pada saat JK menjabat itu kan bagian kinerja mereka juga. Hal ini nitizen memahami kemanah arah dukungan JK sekarang? Karena masalah ini akan menjadi bahan utama debat dari kubu Prabowo Sandi. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF