BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Administrasi Pemerintahan Univeritas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Dibutuhkan SDM Pendamping yang Berkarakter

Kita tahu bersama bahwa pendapatan desa itu antara lain terdiri dari dana desa, Pendapatan Asli Desa (PADes), dan alokasi dana desa.

Dana desa sudah dua tahun ini diterima oleh desa dengan cara transfer langsung APBN kepada Desa. Kisaran yang diterima sekitar Rp1,2 miliar dalam dua tahap. Di beberapa desa yang katagori berkembang dan sangat berkembang terdapat PADes yang cukup besar juga. Jadi dapat dibayangkan ketika seluruh pendapatan desa digabungkan maka begitu  signifikan APBDes setiap tahunnya untuk pembangunan.

Secara Filosofis dana desa seharusnya untuk mengurangi pengangguran di desa, meningkatkan  taraf hidup masyarakat desa, dan membangun desa. Fakta di lapangan masih banyak ditemukan masyarakat desa yang melakukan urbanisasi ke kota-kota, bekerja di luar negeri, dan tidak dapat menikmati pembangunan sebagaimana seharusnya. Ditambah lagi terjadi oknum yang melakukan korupsi dana desa malahan semakin tidak terbendung. Lebih jauh lagi di Papua sulitnya desa mendapatkan transfer dana melalui bank dikarenakan minimnya perbankan apalagi masuk ke pelosok-pelosok desa.

Penyebab utama bocornya anggaran dana desa memang kurangnya SDM yang berkarakter/mempunyai wawasan kebangsaan, yang berpendidikan tinggi (hanya mempunyai 9 Doktor dari 74.754 desa/mayoritas lulusan SD dan SMP atau sederajat). Dibutuhkan pendampingan yang harus dimulai dari sistem pengelolaan anggaran desa, yaitu dari mulai perencanaan, pengelolaan pelaksanaan, sampai pada membuat pertanggungjawaban adminsitrasi keuangan desa sesuai pola pemerintahan yang akuntabel. Dan perlunya ekstra usaha untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan dana desa sehingga tepat sasaran.

Pendamping bisa diambil dari perguruan tinggi setempat, LSM yang berkualitas dan bertanggung jawab  untuk pembangunan di desanya. Pendamping yang telah mengikuti Training of trainers (Tot) dan telah  dilatih Ditjen Pemdes Kemendagri. Di sinilah perlu kerjasama Kemendesa Daerah tertinggal dan Transmigrasi dengan Kemendagri saling mengisi dan mendukung, juga kementerian terkait pada program bantuan dana desa ini. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)