BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Kepala Humas dan Hubungan Eksternal Universitas Malikussaleh Lhokseumawe
Deklarasi Alumni Suburkan Perkubuan

Deklarasi alumni yang didasarkan pada pilihan capres-cawapres tertentu saat ini memang mengkhawatirkan, apalagi jika gerakan itu akan membelah para alumni pada perkubuan politik.

Alumni pendidikan tinggi atau sekolah menengah sesungguhnya wadah sosio-kultural, yang tujuannya adalah merapatkan sesama kelompok berdasarkan almamaternya. Pilihan politik yang ditunjukan sejumlah alumni itu sangat mungkin membelah para alumni, dan juga bahkan menyeret preferensi politik dari sekolah itu, misalnya dari guru/dosen dan mahasiswa/siswanya.

Apalagi jika hal itu muncul bukan dari pergumulan pemikiran yang dilakukan dari bawah. Banyak gerakan alumni mendukung capres-cawapres itu didesak oleh kepentingan logistik timses, misalnya untuk mendelegitimasi lawan politik yang berasal dari daerah atau tempat ia pernah belajar, atau bahkan almamaternya.

Hal tersebut seharusnya ditolak. Pengarahan kelompok alumni untuk kepentingan politik praktis hanya akan meninggalkan luka dan segregasi sosial. Sekolah atau perguruan tinggi adalah tempat berhimpunnya kekuatan pikir dan potensi kultural untuk kemajuan bangsa dan masyarakat. Jika ia diseret pada model gerakan alumni mendukung capres tertentu, ia telah memendekkan dan mengecilkan tujuan hadirnya perkumpulan alumni.

Lebih baik gerakan alumni diarahkan pada semangat menyelamatkan demokrasi atau terlibat pada upaya pendidikan pemilih, baik pemula atau generasi muda, sehingga melanjutkan semangat edukasi dari sekolah atau perguruan tinggi-nya.

Pilpres sebagai momentum demokrasi elektoral akan berhenti pada 17 April mendatang. Namun semangat persaudaraan alumni akan berumur lebih panjang dari itu. Jangan sampai terkorbankan solidaritas sekolah karena urusan pilpres.

Jikapun sekelompok alumni akan bergerak mendukung capres tertentu, lakukan saja dalam semangat dialogis dan tidak perlu dilakukan secara vulgar atau politis. Karena memilih adalah hak semua warga. Jangan sampai dukungan sebagian alumni atas capres-cawapres tertentu menyirnakan eksistensi kelompok alumni lain yang berbeda dukungan.

Tujuan gerakan alumni adalah membangun kesan ceria dan bahagia dengan pelbagai asumsi nostalgianya. Jangan malah menjadi momentum penuh sungut dan petaka karena libido politik kekuasaan instan yang diusungnya. (mry)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Djoko Setijowarno

Pengamat transportasi

FOLLOW US

Tidak Ada yang Bisa Jamin Data Kita Aman             Unicorn Indonesia Perlu Diregulasi             Bijak Memahami Perubahan Zaman             Strategi Mall dan Departement Store dalam Menghadapi Toko On line             Sinergi Belanja Online dengan Ritel Konvensional             Investor Tertarik Imbal Hasil, Bukan Proyek             Evolusi Akan Terjadi meski Tidak Dalam Waktu Dekat             Demokrasi Liberal Tak Otentik             Tak Perlu Berharap pada Elite Politik             PSSI di Persimpangan Jalan, Butuh Sosok Berintegritas dan Profesional