BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Deklarasi Alumni Jadi Alat Politik

Deklarasi sebagian alumni perguruan tinggi kepada capres-cawapres menjamur di Pilpres 2019 karena mereka memiliki kepentingan politik. Bisa kepentingan individu, bisa juga kepentingan kolektif.

Namun di atas itu semua, tumbuh suburnya deklarasi alumni menjadi alat legitimasi politik dan moral bagi capres dan cawapres. Karena alumni perguruan tinggi, merupakan kaum intelektual dan terpelajar. Basis intelektualitas dan moralitas menjadi penting bagi pasangan calon capres dan cawapres.

Selain itu, tumbuh suburnya deklarasi alumni juga karena mereka berharap kompensasi politik dari sang calon. Jika paslon yang didukungnya menang, bisa saja di antara alumni tersebut diangkat menjadi menteri atau jabatan yang lainnya.

Label "alumni" dalam deklarasi dukungan tersebut menjadi penting karena sedang bermain diwilayah politik. Walaupun hanya jadi alat legitimasi politik dan pembenaran dalam dukung mendukung. Namun penting sebagai bagian dari strategi untuk show up ke publik. Karena jika tidak membawa label "alumni", gerakan tersebut akan madul dan tak akan diperhitungkan oleh kubu lawan. Label "alumni" digunakan juga sebagai  gaung politik agar bergema, bukan hanya di nusantara, tetapi juga di dunia.

Sejatinya memang deklarasi berlabel "alumni" ini bisa digunakan untuk deklarasi damai. Deklarasi berbasis moral dan intelektual. Agar politik semakin baik. Agar demokrasi on the track. Dan agar Pemilu 2019 berjalan dengan damai, aman, dan menyenangkan.

Namun mereka juga tidak bisa disalahkan. Karena dukung mendudung dalam politik adalah hak individu masing-masing yang bisa disuarakan secara kolektif.

Yang harus disadari, dukung mendukung tidak akan berdiri sendiri. Tak akan murni. Bisa saja adanya deklarasi dukungan alumni kepada capres dan cawapres lantaran sudah ada deal-deal politik tertentu dengan kandidat.

Saat ini sulit menemukan deklarasi yang murni. Termasuk deklarasi dari kalangan "alumni" perguruan tinggi. Semua akan berbasis kepentingan. Bisa saja hanya inisiatif sebagian alumni lalu diklaim didukung oleh semua alumni.

Meski begitu, bisa juga deklarasi alumni di Pilpres 2019 merupakan desaign timses masing-masing kubu yang berkolaborasi dengan para alumni. Dan itu sudah bukan menjadi rahasia umum. (mry)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Djoko Setijowarno

Pengamat transportasi

FOLLOW US

Tidak Ada yang Bisa Jamin Data Kita Aman             Unicorn Indonesia Perlu Diregulasi             Bijak Memahami Perubahan Zaman             Strategi Mall dan Departement Store dalam Menghadapi Toko On line             Sinergi Belanja Online dengan Ritel Konvensional             Investor Tertarik Imbal Hasil, Bukan Proyek             Evolusi Akan Terjadi meski Tidak Dalam Waktu Dekat             Demokrasi Liberal Tak Otentik             Tak Perlu Berharap pada Elite Politik             PSSI di Persimpangan Jalan, Butuh Sosok Berintegritas dan Profesional