BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies
Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan

Tentang konsumsi terkait kenaikan jumlah simpanan masyarakat di bank bank nasional, maka jika ditinjau dari data pada kuartal III/2019 September, konsumsi masyarakat justru tumbuh 3,08 persen.

Jadi dari data kenaikan simpanan masyarakat di bank, kita tidak tahu pasti apakah memang terjadi penundaan konsumsi atau belanja masyarakat, sebab data menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat justru mengalami kenaikan. 

Share kontribusi konsumsi terhadap PDB pun naik sebesar 0,01 persen atau naik dari 53,65 ke 53,66. Artinya, meskipun naik sedikit tetapi itu artinya terdapat peningkatkan konstribusi konsumsi terhadap PDB. Jadi dari sisi pertumbuhan maupun sisi kontribusi sama-sama menunjukkan peningkatan.

Hal itu menunjukkan bahwa dari sisi konsumsi rumah tangga tidak bermasalah. Hanya memang, ketika terjadi kondisi uncertainty atau ketidakpastian kondisi ekonomi seperti sekarang ini, terdapat kecenderungan wait and see dari masyarakat ataupun pelaku bisnis. Perlu ditelisik lagi, sikap wait and see itu berasal dari sektor rumah tangga ataukah dari sektor perusahaan. 

Dilihat dari sektor rumah tangga, maka data menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih tumbuh. Bahkan pertumbuhannya jauh lebih tinggi daripada kuartal I/2019 ataupun kuartal II/2019. Kuartal IV/2018 dibandingkan dengan kuartal I/2019 cuma tumbuh 0,05 persen. Kuartal II/2019 tumbuh sebesar 1,73 persen. Tapi sekarang kita bisa tumbuh sebesar 3,08 persen. 

Jadi dengan demikian peningkatan dana di perbankan kecil kemungkinan bukan oleh karena penundaan konsumsi, tetapi bisa jadi karena perusahaan yang menunda untuk melakukan penambahan modal. Namun, jika dilihat dari sisi perusahaan ternyata data menunjukkan pertumbuhan yang positif. Angka PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) perusahaan masih menunjukkan peningkatan. PMTB masih tumbuh sebesar 5,52 persen pada kuartal III/2019.

Hal itu menunjukkan bahwa kalau dari sisi konsumsi masih ada pertumbuhan, begitupula dari sisi investasi, juga tumbuh. Kalau data masih menunjukkan pertumbuhan, maka sebenarnya masih ada potensi untuk meningkatkan konsumsi ataupun investasi tapi tidak dilakukan. 

Hal itu mungkin disebabkan oleh kondisi yang masih tidak menentu, jadi akhirnya semua mengambil sikap wait and see. Terlebih bagi kelompok masyarakat menengeh ke atas, mereka akan spend untuk aktivitas investasi, menunda untuk menunggu kondisi yang lebih pasti. 

Pengaruh perkiraan memburuknya perekonomian dunia pada 2020 lebih tergantung pada proses negosiasi dari perang dagang antara AS dan China.  Kalau melihat kondisi global memang ada sinyal ke arah sana, tapi secara umum peningkatan DPK pada bank-bank nasional ada indikasi para pelaku usaha menunda spending ataupun investasi.
Meski jika dilihat data konsumsi masyarakat ataupun investasi perusahaan, sebetulnya masih punya potensi untuk tumbuh lebih besar. 

Memang, jika kondisi menahan belanja dan investasi tetap seperti ini maka pertumbuhan ekonomi bisa jadi tidak seperti yang diharapkan. Meski data menunjukkan bahwa pada kuartal III/2019 dibandingkan dengan kuartal III/2018 (yoy) PDB masih tumbuh sebesar 5,02 persen. 

Bayang-bayang ketidakpastian dari target pertumbuhan ekonomi pada 2019 memang masih terlihat. Capaian PDB 2019 mungkin tidak mencapai 5,3 persen, tetapi kecil kemungkinan di bawah 5 persen. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir