BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia (Yang dalam kongres terjadi perubahan nama menjadi Serikat Pekerja Migran Indonesia).
Cegah Peluang Perdagangan Manusia

Moratorium itu hanya memberikan kesempatan bagi para pelaku yang mencari keuntungan dalam perdagangan manusia, sudah seharusnya moratorium itu dicabut sebab tidak mampu menghentikan permasalahan yang ada. 

Faktor kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan dan diperparah dengan lapangan kerja yang sulit di Negeri ini sehingga memaksa masyarakat untuk bersiasat dan terpaksa harus memberanikan diri  mencari kerja hingga keluar negri. Hal itu menjadi celah bagi para pelaku bisnis perdagangan orang untuk mengeruk keuntungan.

Belum lagi lemahnya pengawasan pemerintah (korupnya oknum pengawas) dalam menghempang perdagangan manusia ini sehingga menumbuh suburkan bisnis perdagangan orang dan memanfaatkan celah (modus) seperti perkawinan antar negara, ataupun para pelaku bisnis perdagangan manusia bisa juga memanfaatkan jasa pengiriman umroh yang bertujuan mempermudah pengiriman tenaga kerja dan di negara tujuan sudah ada agen yang menunggu.

Sedangkan banyaknya PJTKI yang tidak resmi,  biasanya menggunakan jasa PJTKI resmi atau dalam istilah mereka (Numpang proses) sedangkan nilai jual di negara tujuan sektor informal ini sangat tinggi bahkan bisa berkali - kali lipat keuntungan dari modal yang mereka keluarkan dan hal itu menjadi salah satu faktor tingginya tingkat perdagangan manusia.

Undang - undang yang ada hanya hiasan semata sementara tingkat sosialisasi sampai ke akar rumput juga belum terasa imbasnya.

Pemerintah harus serius melindungi buruh migran kita. BNP2TKI harus dipimpin sosok yang bisa kerja dan bukan hanya kerja sambilan. Sementara banyak sekali kasus-kasus yang menimpa buruh migran tak tertangani.

(pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI