BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Mantan Ketua DPR RI
Calon Fiktif, Sindiran untuk MK

Andaikata ruang pilpres itu dibuka agak lebar, saya yakin tidak akan hadir capres fiktif Nurhadi-Aldo. Harusnya ini dapat menjadi bacaan bagi semua elite pengambil keputusan, agar pada pemilu 2024, aturan yang membatasi ruang itu sudah dihilangkan. Aturan Presidential Treshold harusnya dihilangkan, jelas itu melanggar konstitusi. Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia saat ini merasa tersandera dan dipaksa untuk memilih 1 dari hanya  2 pasangan calon yang ada saat ini.

Pasalnya, UUD 1945 pasal 6 ayat 2 menyebut 'pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan partai politik atau gabungan partai politik sebelum pelaksanaan pemilu'. Dalam ketentuan tersebut, tidak ada aturan PT untuk pasangan calon, artinya setiap partai / gabungan partai peserta pemilu mempunyai hak untuk mencalonkan siapapun yang memenuhi persyaratan UU.

Sikap MK yang kekeuh tidak menerima Judicial Review untuk pembatalan persyaratan tersebut, juga menjadi tanda tanya besar bagi publik. Kedepan, kita berharap kepada semua parpol yang nanti masuk ke Senayan, agar mempertimbangkan kembali usulan tersebut. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar