BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua DPW KOMBATAN Provinsi Bali
Caleg di Kalangan Artis

Berbondong-bondingnya artis ikut ambil bagian di dunia politik saat ini menggambarkan begitu kuatnya magnet politik yang diciptakan oleh tokoh-tokoh politik di jaman now, sehingga menjadikan berbondong-bodongnya artis-artis masuk ke dunia politik.

Strategi partai-partai politik untuk mendulang suara dalam rangka menaikan elektabilitas partai dan mengejar parlementry treshold yang 4 persen di tahun 2019 sebagai syarat parpol, bagaikan gayung bersambut karena para artis juga merasa bangga menjadi tokoh politik walaupun mungkin mereka belum mengerti politik praktis yang akan digelutinya. Mereka merasa bangga duduk di Senayan yang walaupun hanya sebagai penonton dan sebagai pelengkap untuk melegalkan keputusan-keputusan politik di legislatif.

Pertanyaanya sejauh mana para artis yang nyaleg ini siap untuk menperjuangkan kepentingan rakyat di DPR?
Apakah relevan dunia hiburan dengan tugas-tugas DPR sebagai pembuat undang-undang pengawasan dan anggaran? 

Selama ini masyarakat juga sudah mengetahui kontribusi artis yang lolos ke Senayan belum begitu ada yang yang menonjol malah ada beberapa yang terkena OTT korupsi. Jadi berbondong-bondonya artis masuk ke partai politik dan menjadi caleg sepertinya akal-akalan parpol saja untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya untuk mengejar target parlementry treshold. Sedangkan secara kualitas belum mumpuni, sedangkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol saat ini rendah. Harapan kita semoga saja para artis-artis yang nyaleg segera bisa menyesuaikan diri dan meningkatkan kualitas SDM tentang polit8k agar tidak hanya menjafi alat politik saja nantinya.

Persaingan parpol untuk merekrut para artis saat ini smakin tajam contohnya antara partai Gerindra dan Nasdem yang saling berebut. Fenomena seperti ini menunjukan bahwa kepercayaan publik terhadap parpol sepertinya sudah merosot sehingga parpol mengubah haluan menjadikan artis sebagai put-getter.

Pemilu legislatif dan Pilpres 2019 yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia menjadikan persaingan antar parpol semakin kompetitip karena kalau salah strategi berarti akan menyebabkan kegagalan.

Mudah-mudahan saja persaingan perebutan artis menjadi caleg tidak menjadikan parpol-parpol yang ada tidak keluar dari flatform .dan visi misi parpol-parpol yang ada tidak mementingkan fragmatisme semata tapi lebih dari itu untuk kepentingan masyarakat indonesia agar kepercayaan masyarakat terhadap parpol bisa kembali pulih. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Rekonsiliasi Politik di Level Elit Diharapkan Terjadi di Level Sosial.              Tak Ada yang Salah dengan Pertemuan Jokowi Prabowo             Perhatikan Lag antara Demand Side dan Regulasi dari Sisi Supply Side             Tantangan yang Harus Dihadapi Masih Besar             Kemiskinan Makin Sedikit, Sulit Dikurangi             Bansos Tak Efektif Kurangi Kemiskinan             UNHCR Harus Keluar             Pembangunan Negara Hukum Harus Jadi Agenda Prioritas             ‘Visi Indonesia’ Tidak Prioritaskan Pembangunan Hukum dan HAM             Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung