BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sastrawan, budayawan
Bukti Masyarakat Tak Siap Hadapi Era Digital

Pemboikotan terhadap Traveloka tidak berdiri sendiri. Ada peristiwa walk out yang dilakukan Ananda Sukarlan di acara Kanisius. Kita juga boleh bertanya, apakah tindakan Ananda itu sudah menggambarkan nilai yang diajarkan di Kanisius? Sedangkan untuk boikot pada Traveloka oleh orang-orang itu apakah hanya persoalan moral, bisnis, atau politik? Segalanya serba kabur. 

Sekarang kita berhadapan dengan hal-hal yang sangat kabur, samar, padahal kita tak bisa sembunyi. Saat ini tempat pergi kita sangat banyak tapi di saat bersamaan kita tak punya tempat untuk sembunyi. Maksudnya, saat ini begitu banyak sumber informasi. Tapi kita juga begitu mudah dibohongi. Itu maksudnya kita tak bisa sembunyi. 

Menurut saya, ini bukan persoalan agama, melainkan ada gerakan dari sebagian orang untuk mengacaukan masyarakat kita dari sisi manapun. Ini bukan persoalan agama, tapi ada yang memanfaatkan ini jadi persoalan (agama) itu. Sentimen agama dipakai untuk mencapai target tertentu. Segala kemungkinan bisa terjadi. Misalnya bisa saja gerakan boikot ini datang dari pesaing Traveloka. Tapi bisa juga justru dari Traveloka sendiri yang ciptakan. Kedua-duanya memungkinkan dan juga tidak memungkinkan. 

Gerakan boikot ini akan terus ada. Mereka akan terus mencoba. Misalnya yang sekarang tak berhasil, nanti dicoba lagi. Sementara itu masyarakat kita belum terlalu siap menghadapi hal-hal ini secara mental. Bagaimanapun produk teknologi komunikasi ini seharusnya dinikmati masyarakat high class, sedangkan kita belum sampai tahapan high class itu. Satu dekade terakhir kita sibuk mencari cara bagaimana menggerakkan minat baca. Sementara itu di masyarakat yang lebih maju, gerakan itu sudah lama berlangsung. Mereka justru mengkampanyekan bagaimana punya literasi media atau digital. Artinya, kita tertinggal. Dan akhirnya kita tak bisa mengikuti perkembangan yang cepat ini. (ade) 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila