BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik Internasional
Bukan Amandemen, Melainkan Sistem Keamanan Nasional

Saya kira (penembakan membabi-buta) ini bukan kasus baru. Kasus-kasus yang jauh lebih gawat dari penembakan-penembakan terakhir sudah pernah terjadi. 

Tentu kita masih ingat penembakan-penembakan Presiden AS. Ronald Reagan adalah contoh yang di-dor namun selamat. Sebelum-sebelumnya juga sudah terjadi. Sayang John Kennedy tidak bisa diselamatkan dan akhirnya tewas. (Saat ini) tidak ada (yang) bicara Amandemen Konstitusi kepemilikan senjata (di AS). Mengapa sekarang menuntutnya? Sentral masalah tidak di situ. Tidak tertutup kemungkinan fungsi polisi sebagai penjaga keamanan kurang maksimal. Begitu pula instrumen instrumen pendukungnya. Pastikan konteksnya dulu yang dilihat. Polisi AS adalah pelindung masyarakat seagaimana pesan konstitusinya. 

Masalah selanjutnya adalah problem sosial, tepatnya semakin membengkaknya pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial di negeri itu. Masalah ini yang sedang giat-giatnya diperjuangkan administrasi (pemerintahan) Trump. Masalah yang tentu bukan ringan mengingat defisit terus menerus yang dialami negeri itu dalam perdagangannya. Tidakkah Trump gencar-gencarnya saat ini mengundang investor ke negerinya? Menempuh tindakan tindakan ekonomi yang cederung merkantilis? Menabrak prinsip prinsip pasar bebas (free market ) dan lain-lain tindakan yang cepat supaya ekonominya pulih? 

Semua itu ditempuh untuk meretas kesenjangan sosial yang mengemuka saat ini. Di sini inti masalahnya. Soal amandemen itu tidak menjawab masalah. (Bila senjata tak dijual), bukankah mereka bisa merakit atau membuat sendiri? Kalaupun perlu direformasi, maksimal hanya sistem keamanan nasionalnya. (ade)  

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

Kepedasan? Minumlah Air Hangat!

0 OPINI | 16 November 2019

14 November, Hari Diabetes Sedunia

0 OPINI | 14 November 2019

Mie Instan Plus Krupuk, Picu Obesitas

0 OPINI | 15 November 2019

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Eko Listiyanto

Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas