BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar Teknologi Informasi
Bitcoin: Kekuasaan di Tangan Rakyat (User)

Saya miner, penambang Bitcoin. Prosesnya melalui memecahkan serangkaian persoalan matematis (puzzle). Kegiatan ini disebut dengan “menambang” atau  “Bitcoin mining”.

Saat ini nilai tinggi Bitcoin karena demand yang tinggi, sementara supply terbatas. Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini sekitar 16 juta. Nilai Bitcoin berasal dari kelangkaannya, karena jumlah yang akan dikeluarkan pada akhirnya tetap. Nilainya juga ditentukan pertukaran Bitcoin. Ada banyak orang di dunia yang menukar Bitcoin ke mata uang lain.

Beberapa tahun belakangan telah terjadi ledakan investasi pada peralatan mining Bitcoin. Diperkirakan lebih dari ratusan juta dolar diinvestasikan ke peralatan mining Bitcoin pada tahun belakangan. Usaha investasi ini didorong kenaikan harga Bitcoin dan evolusi teknologi pada peralatan mining

Di pusat jaringan Bitcoin adalah ledger terdesentralisasi yang berisi balance setiap pengguna Bitcoin. Bitcoin mengidentifikasi user dengan string panjang dari huruf dan angka seperti "13mckXcnnEd4SEkC27PnFH8dsY2gdGhRvM". Alamat adalah bagian public dari public–private cryptographic key. Bagian private key berada di bawah kendali user. Pada pengguna Bitcoin biasa, alamat ini biasanya berada di aplikasi wallet yang biasanya berada di komputer atau gadget pengguna tersebut.

JIka seorang user (Alice) ingin mengirimkan uang ke user lain (Bob): Alice menggunakan kunci private-nya untuk menandatangani sebuah pesan yang mengatakan "Saya ingin mengirim 1 bitcoin ke 1gr6U6 ..." yang dia kirim ke jaringan. Alice tidak memberikan identitas, nama dan lain-lain dari pengguna yang ingin dia kirimi dana. Alice hanya mengirimkan alamat wallet untuk menerima dana saja. Oleh karena itu, Alice harus mencari tahu alamat bitcoin Bob dengan caranya sendiri.

Setelah menerima pesan Alice, node (komputer yang terkoneksi) dalam jaringan melakukan langkah berikut:

Mereka memverifikasi bahwa tanda tangan sudah benar. Jika tidak benar mereka menolak pesannya.

Mereka memeriksa apakah alamat pengirim memiliki cukup dana untuk melakukan transaksi. Jika tidak ada cukup dana yang dikreditkan ke alamat, transaksi dianggap tidak valid.

Akhirnya, mereka memperbarui database, mengurangi dana dari satu alamat dan mengkreditkannya ke yang lain.

Yang penting adalah bahwa node dalam jaringan tidak mengetahui identitas Alice atau Bob. Pengguna Bitcoin diidentifikasi dengan nama samaran (alamat Bitcoin). Bitcoin memberikan nama samaran berupa alamat Bitcoin.

Hal lain yang penting, alamat Bitcoin user tidak diberikan oleh jaringan. Alamat Bitcoin dibuat di dalam perangkat user saat menjalankan perangkat lunak Bitcoin yang menghasilkan kunci kriptografis publik dan private. Karena kunci publik dan pribadi terkait erat, sepasang kunci ini harus dibuat secara bersama-sama dan secara lokal di perangkat user. Proses pembangkitan alamat sangat mudah dan dapat dilakukan hampir seketika oleh perangkat apa pun seperti laptop atau smartphone. Tidak ada batasan jumlah alamat yang dapat dibuat pengguna. Memang, disarankan agar user membuat banyak alamat untuk meningkatkan privasi.

Tidak perlu ada pendaftaran sebelumnya untuk menggunakan Bitcoin. Bahkan, user baru tidak perlu mengkomunikasikan alamat mereka ke jaringan agar bisa menerima dana. Seorang pengguna, katakanlah Bob, bisa membuat alamat dan mengkomunikasikan alamat ini ke Alice melalui cara lain, seperti email, chatting, atau pairing smartphone. Setelah mengetahui alamat Bitcoin Bob, Alice dapat mengirim dana ke alamat Bob dan jaringan akan menerima transaksi meskipun belum pernah mengetahui alamat itu sebelumnya.

Dalam sistem terpusat, dana dipegang entitas pusat, yang juga memegang sarana untuk mengendalikan dana tersebut, misalnya dengan mengubah pendaftar di ledger. Sebaliknya, dalam sistem terdesentralisasi, kunci private memberi akses ke dana yang benar-benar berada di tangan user. Sederhananya, pada sistem terpusat, seperti bank, kekuasaan berada di tangan bank. Pada sistem terdesentralisasi, seperti Bitcoin, kekuasaan berada di tangan user/rakyat. (ade)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan