BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar, Spesialis Bisnis Internasional, Ahli dalam Bisnis, Pemasaran, Pendidikan, Organisasi dan Manajemen
Berhati-hati Terhadap Manuver Freeport

Tentu setiap langkah besar melakukan akuisisi memerlukan prosedur due diligence yang menyeluruh dan mendalam terkait  dengan perusahaan target yang akan diakuisisi. Utamanya mengenai keabsahan perusahaan: status hukum, berbagai perjanjian termasuk utang piutang (perbankan dan lain-lain), perburuhan, hukum lingkungan, sifat kepemilikan saham-saham, apakah preferred stock ataukah common stock dan lain-lain. 

Ini lazimnya dilakukan oleh para lawyers yang sangat berpengalaman sehingga sangat memahami segi apa saja yang mesti mereka kaji  dengan teliti. Lalu valuasi nilai perusahaan secara mendalam dan overall meliputi assets serta liabilities didalami dengan memeriksa laporan keuangan lengkap dengan pembukuannya. Lazimnya juga dilakukan oleh public accounting firms international

Karena yang punya gawe itu negara Republik Indonesia tentu saja prosesnya dilakukan dengan profesionalisme tinggi. Apalagi ujung tombaknya adalah seorang Menteri Keuangan yang bernama Sri Mulyani yang sangat qualified dan professional. Sri pasti memahami apa yang mesti dilakukan dan jikalau dia butuh bantuan keahlian khusus Sri dengan international network-nya pasti bakal bisa direkrut.

Nah, berhubung akuisisi ini agak bersifat hostile take over, agak dipaksakan, tentu pihak sana diperkirakan bisa melakukan manuver yang bersifat sentripetal menghambat kemajuan prosesnya. 

Secara politis juga bisa timbul unsur-unsur dalam negeri yang kurang suka akuisisi 51 persen saham Freeport berhasil dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.(pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF