BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Politikus
Beragama Tanpa Nalar dan Akhlak

Mereka beragama tanpa nalar. Ladina liman la aqlalah (tidak disebut beragama tanpa menggunakan akal pikirannya. Mereka beragama tanpa akhlak. Padahal ujung dari agama adalah akhlak. Sangat jelas bahwa Nabi Muhammad SAW ditutus diutus untuk menyempurnakan akhlak sebagaimana Hadits Nabi: Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq (Saya diutus untuk menyempurnakan akhlak).

Selain itu, mereka berbangsa dan bernegara tanpa menghiraukan prinsip-prinsip empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan demikian, Negara harus bertindak menyadarkan mereka. Tindakan penyadaran tersebut sebagai berikut; pertama, dengan menggunakan pendekatan hukum. Kedua, menggunakan pendekatan edukasi. Ketiga, menggunakan pendekatan intelejen. Semua tindakan ini dilakukan demi keselamatan bangsa dan negara. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)