BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Benahi Permasalahan Kesehatan Dari Hulu

BPJS ini sudah berjalan lebih dari 3 tahun, namun masih sarat permasalahan. Dari mulai keluhan pelayan, bagaimana panjangnya antrian pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan menggunakan BPJS, hingga klaim-klaim dari institusi kesehatan seperti rumah sakit maupun klinik, dan pembayaran jasa medik kepada dokter yang dibayarkan terlambat. Sehingga mengakibatkan keresahan dan berujung risiko penurunan kualitas pelayanan terhadap pasien.

Mutu pelayanan RS bisa terganggu. Risiko terhadap rumah sakit swasta adalah harus mencari dana talangan untuk mengatasi kondisi ini. Sehingga menyebabkan kurangnya kemampuan untuk membeli obat-obatan maupun peralatan kesehatan. Yang kemudian, hal ini dibebankan kepada pasien sehingga ini sangat merugikan pasien.

BPJS punya persoalan-persoalan yang di hulu. Dalam arti permasalahan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup, sehingga skema-skema pembiayaan model apapun tidak akan mampu mengatasi defisit.

Penyakit gaya hidup itu di antaranya karena masyarakat tidak mempunyai pola hidup yang sehat. Kemudian jarang berakifitas, dan yang terakhir yang paling dahsyat adalah konsumsi rokok yang sangat tinggi. Ini sebenarnya harus diselesaikan oleh pemerintah dengan tindakan-tindakan yang preventif dan promotif. 

Skema-skema pembiayaan model apapun yang dibuat, tanpa tindakan-tindakan preventif promotif, tentu akan sia-sia. Apa gunanya masuk asuransi kalau toh masih akan keluarkan biaya, apalagi untuk yang kelas mandiri.

Saya pikir, Kementerian Kesehatan dan institusi-institusi lainnya harus punya program-program untuk membereskan persoalan-persoalan di hulu. Soal rencana pemerintah mau memberi dana talangan untuk menambal defisit BPJS, itu menjadi hal yang bagus. Saya mendukung. Sehingga, dalam hal pelayanan kepada masyarakat, tidak dikurangi. Dan yang penting, defisit BPJS ini jangan dibebankan ke masyarakat. (afd)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi             PMDN Ada Peluang, Tetapi Konsumsi Melambat             Dari Sistem Pemilu Hingga Politik Uang             Perlu Perubahan Revolusioner