BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
ketua Umum Forum Tegal Brebes & sekitarnya ( FORTABES )
Benahi Kaderisasi Politik

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh yang dilakukan pemimpin kepada pengikutnya, dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah untuk mempelajari kepemimpinan adalah “melakukan dalam kerja” dengan praktik seperti seorang yang magang pada seorang seniman ahli, perajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan menularkan ilmunya melalui pengajaran/instruksi kepada orang yang magang. Pemimpin adalah seorang individual yang memiliki kelebihan pengelolaan SDM yang ada di dalam kelompoknya, mengarahkan anggota dalam kelompok dan visioner.

Saya menganggap model kepemimpinan yang ada di Indonesia saat ini adalah monarki. Dalam model kepemimpinan ini sanak famili dianggap jalan terbaik untuk mempertahankan madu lezat yang namanya kekuasaan itu. Ini dilakukan dengan melimpahkan kekayaan dan jabatan hanya kepada sanak keluarganya saja. Jikalau model seperti ini masih digunakan di Indonesia, maka impian kita di pimpin oleh pemimpin seperti Trudeau, Marcon dan, Kurz hanya menjadi seperti bahan bacaan mainstream di bangku perkuliahan.

Mendapatkan pemimpin muda yang menjadi impian juga menjadi sulit, karena kaderisasi di kendaraan-kendaraan politik (parpol) tertutup rapat untuk umum. Hanya mereka yang memiliki "kesepakatan" saja yang bisa mendapatkan akses. Inilah yang menyebabkan munculnya high cost politik. Ada kecenderungan, hanya yang itulah yang sudah siap dalam segala aspek (infrastruktur dan finansial) untuk bertarung merebut kekuasaan. Sementara yang muda, mayoritas masih minim dalam segala aspek.

Ada beberapa hal yang harus diperbaiki, jika kita mau memiliki pemimpin muda impian yang bisa membawa perubahan. Antara lain; pembatasan usia peserta kontestan politik (di bawah 50 tahun), partai politik dilarang mencalonkan orang di luar kadernya, pelarangan famili menjadi pengurus partai yang sama, tidak ada mahar politik, pembatasan masa jabatan ketua parpol, pengurus parpol aktif dilarang rangkap jabatan, dan menteri baiknya dijabat oleh teknokrat. Ini akan membuka peluang bagi pemimpin-pemimpin muda, untuk orang-orang tua bisa dikaryakan sebagai penasihat atau dibentuk lembaga untuk memberikan masukan dan digaji pemerintah. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif