BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Hubungan Internasional & Sekretaris Jurusan Ilmu Politik, FISIP UNCEN, Jayapura, Papua.
Belum Ditemukan Solusi Tepat untuk Masalah Papua

Masa depan Otonomi Khusus (Otsus) Papua di tangan siapa? Rakyat Papua, Jakarta atau Amerika Serikat? Apakah otsus akan berakhir dengan gembira atau sedih?

Perjuangan pembangunan Papua untuk bangkit, maju, sejahtera dan bermartabat seperti terus masih diperjuangkan tanpa mengenal lelah. Ibarat konflik Papua adalah "penyakit" belum ada hasil diagnosa oleh dokter yang tepat, sehingga obat yang diberikan pun belum tepat untuk menyembuhkan penyakit yang telah diderita. Analogi medis ini bisa membawa kita mengerti secara logis bagaimana cara menolong dan menyelesaikan masalah Papua dengan baik. 

Sampai hari ini (tahun ke-17) implementasi UU Nomor 21 Tahub 2001 tentang Otsus Papua (2001-2018) belum menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah Papua. Lalu pertanyaannya, siapa yang akan menghargai otsus sebagai jembatan emas menuju kemerdekaan di dalam NKRI? Orang Papua mengatakan, mengapa Jakarta selalu menolak dialog? Jakarta mengatakan, orang Papua tidak memanfaatkan otsus dengan baik. Di sisi lain Freeport tetap beroperasi di Papua, dan memberikan keuntungan bagi Jakarta. 

Sebegai refleksi, Masa depan Papua seperti apa yang dibayangkan setelah otsus berakhir. Suatu fenomena menarik dalam era otsus ialah maraknya terjadi penangkapan dan pemenjarahan sejumlah pejabat politik oleh KPK. Namun Pejabat yang melakukan sejumlah pelanggaran HAM di Papua justru belum diproses sampai hari ini. Justru kini tampil sebagai tokoh nasional dan pemimpin negara. Sudah tentu otsus akan buntuh "status Quo" perjuangan penegakan HAM di Papua tidak berhasil. 

Gubernur Papua diharapkan siap menerkam badai di tengan dinamika politik identitas di Indonesia. Jokowi mungkin harus belajar dari kerendahan hati orang Papua yang selalu memaafkan kejahatan negara di waktu lalu. Papua butuh dihargai dengan cara-cara pembangunan yang susuai dengan budaya dan kearifan lokal yang kaya.

Apa artinya uang otsus yang banyak, namun tidak diikuti dengan kesadaran dan kemauan politik yg tinggi. Semoga otsus dapat memperkuat kepercayaan diri orang Papua untuk mewujudkan mimpi bagi masa depan yang lebih baik untuk Papua maju, bangkit dan sejahtera. Juga siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan Masyarakat Ekonomi di Pasific. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Ingin Tarif Ojek Online Murah, Aplikator Beri Subsidi             Tarif Baru Ojek Online Harus Fair             Politisasi Agama: Manifestasi Politik Akal Sesat             Setop Kapitalisasi Ibadah             Penting Memberikan Subsidi Produk Akhir Bagi Petani             Manfaatkan Digital Farming             Kemampuan Literasi Anak Negeri Menyikapi Selebrasi Valentine Day Perlu Diperkuat             Kelaparan Disebabkan Banyak Daerah yang Terisolasi             Mempermainkan Orang Miskin             Membantai Indonesia Tanpa Ampun