BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat musik, mantan wartawan Rolling Stone Indonesia, manager band Seringai
Banyak Pasal Bermasalah, RUU Permusikan Tidak Diperlukan

RUU Permusikan itu menurut kami di Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan yang terdiri dari lebih dari 260 orang musisi, praktisi musik dan ada lebih dari 200.000 penanda tangan petisi, jelas tidak diperlukan. Karena ternyata lebih dari 80 persen isi pasal di dalamnya bermasalah. Hanya ada empat pasal yang tidak bermasalah dari keseluruhan 54 pasal di dalamnya.

Tentunya secara eksplisit memang tidak ada pasal yang bertujuan untuk menghapuskan musisi jalanan dan musisi indie di dalam RUU Permusikan. Hanya saja apabila RUU Permusikan tersebut disahkan, maka akan berpotensi untuk mengekang kreativitas musisi manapun. Apalagi jika melihat Pasal 5 dan Pasal 50 yang paling berbahaya dari RUU Permusikan ini.

Jika ditanya apakah RUU ini dirancang lantaran para pejabat takut terhadap kritikan rakyat yang disalurkan oleh musisi melalui musik mereka, tentu bukan hal yang tidak mungkin. Ada alasan yang sangat kuat untuk menduga hal tersebut. Terlihat dari Pasal 5 dan 50 tadi dan bagaimana RUU ini memang merupakan inisiatif dari DPR.

Sementara itu, apabila RUU ini disahkan, kasus Koes Plus yang ditahan di Penjara Glodok tahun 1965 sangat mungkin terjadi lagi nanti. Hanya saja bedanya, Koes Plus pada saat itu memainkan musik rock & roll yang menurut Bung Karno itu "Ngak-Ngik-Ngok", sementara kalau sekarang kasus tersebut mungkin terulang karena ada aturan hukumnya di Pasal 5 dan 50 dalam RUU Permusikan itu. (grh)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF