BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar Sosial Ekonomi dan Pakar Pertanian
Bangsa-Bangsa Maju Selalu Bangkit dari Sektor Pertanian (Bagian-2)

Sekarang jalan keluarnya, saya kira langkah pak Jokowi untuk mensertifikasi lahan penduduk itu langkah awal yang baik. Tapi langkah yang lebih penting lagi adalah mengambil kembali tanah-tanah yang sudah ada pada perkebunan besar. Tentunya dengan ganti rugi. Saya menyebutnya “agrarian reform” yakni pembagian tanah yang dibarengi langsung dengan pembagian prasarana produksi, juga pendampingan kepada petani dan bantuan untuk meningkatkan kualitas, produktivitas serta menyiapkan pembeli-pembeli dengan harga yang memadai. Petani itu sebetulnya butuh produk nya dibeli dengan harga yang wajar.

Sekarang itu harus dikaji ulang, kenapa presiden silih berganti tapi nilai impor pangan naik terus? Hanya Bung Karno yang menyadari dan lalu membuat PP No 10. Padahal konsep kebangsaan proklamator sangat inklusif. Tujuannya, adalah memberikan economic space bagi marhaen. Itu terkait dengan konsep saya bagaimana untuk keluar dari tangga kemiskinan. Jadi hal pertama, pengendalian jumlah penduduk, kedua, kecukupan pangan dan gizi, ketiga, pelayanan kesehatan yang menjangkau dan terjangkau, keempat, pendidikan yang menjawab tantangan,dan infrastruktur.

Seandainya saya penasehat presiden sekarang, maka saya akan sarankan jangan membangun jalan dulu, tapi bangun infrastruktur broadband, supaya petani dipedesaan juga bisa menguasai teknologi. Jadi Hand Phone (HP) itu bukan sebagai alat konsumsi. Tujuan utama pemerintahan manapun adalah merobah HP yang ada di tangan rakyat menjadi alat yang meningkatkan kemampuan individu, produktivitas dan efisiensi, juga bargaining position. Jadi pada intinya rakyat menjadi mandiri. Orang nya dulu yang mandiri baru kita bangun desa yang  mandiri.

Jadi agrarian reform itu sebetulnya jalan keluar yang cukup bijak. Pemodal itu bisa menyingkir kapan saja. Bagi pemerintahan yang arif, maka dia akan memperkuat rakyatnya sehingga rakyatnya tidak akan kemana-mana. Lain kalau pemerintahan yang bersahabat dengan pemodal, maka menurut saya pemerintahan itu sudah bunuh diri. Pemerintahan sejatinya harus memperkuat rakyat yang dimulai dari pedesaan. Rakyatlah yang akan menjadi kekuatan. Agrarian reform itu sudah dicontohkan dengan baik oleh Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam dan China. Di Jepang, rakyatnya sudah membangun kekuatan pertanian sejak ratusan tahun yang lalu. Jadi teknologi Jepang itu mulai bangkit bukan serta merta oleh Honda atau lainnya. Bangkitnya itu dari industri sutra, dari sana mereka mulai meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas, dengan mempergunakan teknologi. Bangsa Jepang tidak pernah tinggalkan itu. Korea memang pernah dijajah, betul. Tapi Korea selatan ketika bangkit justru memulainya dari pertanian.

Kalau kita lihat negara-negara yang berhasil menggapai teknologi tinggi tanpa kehilangan jatidiri, adalah bangsa yang paling awal memperkuat pertanian dan perdesaannya. Itu landasannya. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI