BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Tata Kota
Bajaj Tinggal Kenangan

Bajaj sebenarnya tidak menjadi bagian dari sistem angkutan umum. Bajaj muncul sebagai bentuk pengganti becak untuk angkutan lingkungan. Bajaj dianggap lebih manusiawi dibanding becak. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, bajaj juga akan mengalami krisis sebagai angkutan umum. Bajaj hanya cocok untuk jarak dekat, tapi sering dipaksa untuk jarak jauh. Kadang masuk ke jalur jalan utama yang terlarang untuk bajaj.

Semakin tua usia bajaj, kondisi angkutan ini juga semakin jauh dari angkutan yang ramah lingkungan. Mesin 2 tak nya semakin boros berisik dan polutif. Angkutan ini semakin jauh dari kebutuhan warga yang menginginkan angkutan umum yang nyaman, aman, murah dan cepat. Bajaj jauh dari harapan seperti itu, sehingga semakin ditinggalkan masyarakat.

Masyarakat berubah, angkutannya tidak berubah. Tarifnya tidak pasti dan kondisinya semakin buruk, pasti akan ditinggal masyarakat yang semakin praktis dengan sepeda motor yang mudah didapat, mudah DPnya, dan lebih hemat bahan bakarnya. Jadi bajaj akan tinggal kenangan, karena bajaj sulit berubah ketika masyarakat sudah berubah. (ast)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

Massa Ke MK, Untuk Apa?

0 OPINI | 13 June 2019

Bangsa Xenophobia

13 June 2019

Bahasa Daerah, Merana Nasibmu

2 OPINI | 14 June 2019

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan             Investor Tak Hanya Andalkan Peringkat Daya Siang