BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Antropologi UI, mantan Ketua Umum Partai Demokrat
Atasi Masalah dengan Aksi Nyata, Bukan Cari Kambing Hitam

Harus dibedakan antara tujuan pasal-pasal KUHP dengan penerapannya. Jangan dicampur aduk, nanti bisa kacau. Norma-norma agamapun bisa disalah terapkan. Tetapi kan tidak ada yang berani mengamandemen. Jadi kebanyakan pasal-pasal perundangan yang membatasi atau mengekang kebebasan dan membatasi hak asasi manusia, seperti pengaturan perkawinan monogami. Orang lelaki bisa protes mengapa haknya untuk mengawini lebih dari satu perempuan dihambat.

Sebaiknya dipahami bahwa peraturan dan perundangan itu dibuat atas dasar kesepakatan bersama untuk menata kehidupan bermasyarakat, dan menjamin ketertiban hidup bersama. Penerapannya adalah berbagai instansi yang diberi wewenang dan diperkuat dengan social control yang terbuka. Bukan biarkan hidup tanpa social control. UU diperlukan sebagai pedoman bersama untuk menjamin tatanan hidup bersama. Jangankan UU dan peraturan yang dibuat manusia, aturan agama pun banyak yang tidak bisa diterapkan begitu saja.

Sekadar catatan pribadi, sekarang banyak orang pintAr, tetapi jadi tumpul pikirannya karena akal akalane dewe. Orang suka mencari masalah dalam menyelesaikan masalah. Contoh ramainya orang menanggapi wabah penyakit campak dan gizi buruk di kawasan Asmat. Masalah kelaparan yang disalahkan pemerintah kurang perhatian. Padahal di kawasan tersebut banyak sagu makanan pokok orang Asmat dan ikan segar sumber protein.

Ramai-ramai orang mengirim beras dan lauk-pauk, tetapi  lupa bahwa beras membawa serta culture complex, yang meliputi sejumlah unsur kebudayaan yang harus dipelajari dan di hayati dalam penerapannya. Mereka yang biasa makan sagu bakar dan ikan asap, harus belajar masak nasi dan siapkan laukpauk serta sayuran sehat. Belum lagi peralatan kontainer yang kedap air, dan teknik memasak untuk memenuhi kebutuhan gizi. Akibatnya, mereka tinggalkan makanan setempat yang sehat, ganti supermi dan sarden, tanpa makanan suplemen yang diperlukan untuk menambah ketahanan tubuh.

Yang dibicarakan kegagalan pemerintah kasih makan. Celakanya bantuan makanan yang dikirimkan, ya beras dan supermi kalau tidak Indomie. Pendidikan budaya untuk menghadapi tantangan perubahan lingkungan budaya tidak dapat ditunda lagi. Siapkan suku terasing menghadapi tugas baru dan tantangan pembaharuan. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF