BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Antropologi UI, mantan Ketua Umum Partai Demokrat
Apa Pentingnya Debat Pakai Bahasa Inggris

Sesungguhnya pernyataan sengketa kekanak-kanakan yang mengada-ada sudah kehabisan akal, dan tidak perlu diekspose dan dibesar-besarkan. Usulan barang yang  "mokal" mencerminkan anak anak yang sedang ribut kehabisan isu untuk memancing kejengkelan lawan. Jadi kalau ditanggapi malah "ndadra ". Sebaliknya kalau didiamkan dia akan mati angin kehilangan langkah.

Dimana logikanya berdebat di depan umum di Indonesia pakai Bahasa Inggris?  Mungkin usulan itu untuk ujian kenaikan kelas atau pertandingan pidato di kalangan pelajar sekolah lanjutan. 

Petanyaan lain, apa manfaatnya? Tidak semua yang hadir ngerti apa yang diomongkan, kecuali juri yang disiapkan, lalu pemenangnya akan diangkat jadi penterjemah atau jubir di PBB. Belum tentu bisa dipromosikan menjadi diplomat karena yang bersangkutan harus lewat pendidikan. 

Yang mengejutkan ada yang mempersyaratkan bisa berdoa dan membaca Alquran untuk menjadi kepala daerah,  nyatanya yang terpilih juga, 'sorry to say ' tidak tahan lama.

Apa yang penting bagi calon pemimpin adalah kejujuran dan kepercayaan diri yang kuat. Selalu siap menghadapi tantangan secara perorangan maupun kolektif. Dengan semboyan "aku bisa, Indonesia bisa" jangan kerdilkan diri dan bangsa. (cmk)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan