BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Anies Harus Bijaksana

Anies Baswedan harus wise (bijaksana) menanggapi rekomendasi Ombudsman untuk segera memahami secara jernih persoalan yang sebenarnya terjadi di kawasan Tanah Abang. Jangan hanya mengedepankan ego yang telah dijanjikan pada saat kampanye, lalu Anies melakukan pelanggaran-pelanggaran administrasi sebagaimana yang disampaikan oleh Ombudsman. Jadi menempatkan kepentingan bersama jauh lebih penting dari sekadar menyelamatkan PKL.

Bahwa ia ingin menyelamatkan dan melindungi PKL memang harus kita dukung. Tetapi penempatan PKL di jalan raya jelas pelanggaran. Artinya, melindungi PKL untuk membangun ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus di ruang tersendiri, bukan di jalan Jatibaru Raya—yang notabene sebagai ruang publik yang dinikmati oleh semua kalangan.

Anies harus membuat kebijakan untuk menghidupkan UMKM dengan tepat. Di kawasan Tanah Abang sebenarnya masih banyak ruang yang bisa dijadikan untuk berjualan bagi PKL. Harusnya Anies memberikan ruang di tempat lain, bukan di ruang transportasi. Sehingga kepentingan pedagang terlindungi, juga kepentingan publik lainnya tidak terabaikan. Dengan demikian, Anies Baswedan tidak melanggar kepentingan siapa pun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rekomendasi Ombudsman harus disikapi dengan arif, di mana Anies Baswedan mesti menempatkan kembali ruang publik untuk kepentingan masyarakat. Tetapi bisa saja rekomendasi itu diabaikan sebagaimana rekomendasi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Itu artinya, ego Anies cukup tinggi karena merasa memiliki kewenangan/ kekuasaan.

Ketika rekomendasi Ombudsman tersebut tidak dipatuhi, maka Kementerian Dalam Negeri harus bertindak tegas terhadap Pemrov DKI Jakarta. Sebab otonomi daerah bukan berarti Anies berdiri dengan sendirinya, yang bisa membuat kebijakan dengan semena-mena hanya berdasarkan DKI Jakarta adalah wilayah kewenangan Anies.

Dengan demikian, jika berkaitan dengan rekomendasi yang harus dipatuhi, maka Anies Baswedan mau tak mau harus menjalankan rekomendasi tersebut. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan