BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Dosen FEBI UIN Raden Patah
Anak Muda Belum Siap, Sehingga Mudah Tergoda

Usia merupakan suatu hal yang sensitif di Indonesia. Budaya dan adat istiadat Indonesia yang sangat menghargai orang tua juga menjadi suatu batasan dari pola berpikir masyarakat secara umum di Indonesia. Dimana kepemimpinan ditandai oleh kebijaksanaan sejalan dengan bertambahnya umur seseorang.

Inilah salah satu kondisi yang membuat regenerasi pemimpin muda di Indonesia terkesan berjalan lambat. Tidak bisa berjalan mulus di semua tempat.

Selain itu, demokrasi yang belum matang, membuat pola pikir masyarakat terutama dari kalangan ekonomi lemah lebih mengedepankan pragmatisme. Sehingga mempersulit generasi muda untuk mendapatkan akses pada jabatan-jabatan publik yang diraih melalui pemilihan langsung.

Di saat para kaum muda berjuang untuk menaiki tangga kepemimpinan yang memiliki batasan keras. Para anak muda juga mendapat tantangan dari kondisi dimana para pemimpin muda yang sudah berhasil menaiki tangga terkena kasus hukum seperti korupsi. Ini bisa dipahami karena mereka tahu akan limitasi di dalam masyarakat Indonesia. Budaya menghargai orang tua dan pragmatisme.

Jalan singkat untuk menghadapi budaya adalah dengan memenuhi pragmatisme masyarakat. Sehingga rumusan memperkaya diri dengan cepat untuk membiayai pemenangan pemilu adalah dengan cara korupsi. Memang motif korupsi bukan hanya mencari uang pembiayaan politik akan tetapi juga karena godaan kekuasaan. Dimana anak muda belum siap menggunakan kekuasaan sehingga tergoda untuk memanfaatkannya di jalan yang salah.

Para anak muda yang berhasil menggapai anak tangga kekuasaan dan berhasil membuktikan prestasinya merupakan asset bangsa ke depan. Semoga mereka bisa menjaga diri dan menginspirasi para calon pemimpim muda serta merubah persepsi masyarakat akan pemimpin muda. Dan secara bertahap, akan muncul kesadaran masyarakat untuk memilih pemimpin bukan hanya dasar pragmatisme. (ast)

Semoga dengan momentum 28 Oktober sebagai salah satu tonggak sejarah pemuda bisa terus memacu semangat para anak muda untuk berkreasi dan menjadi pemimpin Indonesia. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)