BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengacara, Co-Founder Imparsial, The Indonesian Human Rights Monitor
Ajukan Legislative Review Usia Perkawinan

Perkembangan dunia kan semakin maju, khususnya melindungi hak anak. Dalam perundangan Indonesia, khususnya UU HAM, anak dibatasi dari bayi sampai 18 tahun. Tentu ketentuan ini ada maksudnya, yakni agar hak anak dalam pertumbuhan fisik dan jasmani berjalan ideal. Dalam perpektif konvensi internasional tentang hak anak, dikenal dengan upaya negara melindungi "kepentingan terbaik" anak.

Namun demikian UU perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 masih menetapkan batas usia perkawinan perempuan 16 tahun dan pria 19 tahun. Masalah muncul, terutama pada anak perempuan. 

MK telah menolak upaya judicial review usia perkawinan seperti dalam UU perkawinan. Begitulah realitas hukumnya. Namun demikian apa bisa didiamkan? Menurut saya masih ada upaya utk bisa melakukan legislative review, walaupun jalannya cukup panjang. Jadi, kita yang peduli hak anak bisa mengajukan usulan Amandemen UU Perkawinan, khususnya terkait pasal usia perkawinan.

Selain jalur formal melalui parlemen, secara sosial dapat juga dengan anjuran nasional kepada institusi adat dan juga keluarga. Bila institusi adat dan keluarga-keluarga tersadarkan tentang hak anak (dan rekomendasi badan-badan yang menunjukkan efek negatif perkawinan usia dini), diharapkan ada tekanan dalam revisi ketentuan batasan usia perkawinan anak di Indonesia. (fai)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif