BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana dan Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia
Ada Salah SOP dalam Penanganan KTP-el Rusak

KTP-el itu merupakan salah satu dokumen negara yang sangat penting. Kalau sampai tercecer seperti itu, bisa jadi ada yang salah dalam SOP-nya. Tercecernya KTP itu menunjukkan kacaunya sistem pengamanan dokumen negara terlihat.

Seharusnya ada prosedur baku dalam memperlakukan KTP-el, makanya pihak Kemendagri jangan pura-pura kaget juga, tapi harus ikut bertanggung jawab terhadap tercecernya KTP-el tersebut. Pemecatan pejabat teknis itu sangat disayangkan, seharusnya Mendagri harus ikut bertanggung jawab.

Sistem sudah ada, tapi sistem tanpa pengawasan yang ketat sama saja membuang benih di batu karang. Seharusnya sistem ini harus diawasi, sehingga tidak terjadi hal-hal seperti tercecernya KTP-el tersebut.

Lalu terkait penyimpanan KTP-el rusak, menimbulkan pertanyaan publik luas. Untuk apa dokumen rusak itu disimpan? Apakahkah dokumen itu digunakan untuk kepentingan politik seperti pilkada? Oleh karena itu untuk menjawab itu semua kasus ini harus dibuka seterang-terangnya. Agar publik bisa tahu siapa yang paling bertanggung jawab.

Untuk mengurangi beragam spekulasi yang muncul di publik, Kemendagri harus menjelaskan sejujur-jujurnya apa yang sesungguhnya terjadi. Supaya nantinya tidak menimbulkan persepsi negatif.

Sementara itu jaminan Kemendagri soal tidak akan ada penyalahgunaan KTP-el rusak merupakan jawaban diplomatis Kemendagri, agar tidak menciptakan kegaduhan pendapat di tengah masyarakat. Padahal bisa saja KTP-el itu disalahgunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, tidak ada jaminan pernyataan Mendagri soal penyalahgunaan KTP-el itu.

Untuk SOP penanganan KTP-el rusak seperti sekarang ini, saya kira memang ini pemborosan keuangan negara. Untuk itu kita minta Kemendagri ubah aturan yang ada, sehingga bisa lebih efektif dalam proses pemusnahan KTP-el rusak. (ast)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

14 November, Hari Diabetes Sedunia

0 OPINI | 14 November 2019

Mie Instan Plus Krupuk, Picu Obesitas

0 OPINI | 15 November 2019

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas